Ustaz Adi Hidayat: Indonesia Maju Karena Kerukunan Umat Beragama
Tim langit 7
Senin, 06 Oktober 2025 - 14:36 WIB
Ustaz Adi Hidayat: Indonesia Maju Karena Kerukunan Umat Beragama
LANGIT7.ID–Jakarta; Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ustaz Adi Hidayat (UAH), menegaskan bahwa kekuatan umat beragama merupakan keunikan yang melekat pada bangsa Indonesia dan menjadi modal penting dalam menjaga keutuhan nasional. Nilai spiritualitas yang tinggi di tengah keberagaman ini, menurutnya, menjadi faktor pembeda antara Indonesia dengan banyak negara lain di dunia.
Dalam momentum peringatan HUT ke-80 TNI yang digelar di Jakarta pada Sabtu (4/10), UAH menyampaikan bahwa kehidupan beragama di Indonesia telah menjadi sumber ketangguhan bangsa. Semangat keberagamaan yang hidup di tengah masyarakat menciptakan harmoni dan daya juang luar biasa.
“Yang menjadi ciri khas di Indonesia, dan tidak ditemukan di bangsa-bangsa lain, kekompakan, kerukunan para pemeluk agama yang bersama-sama selalu berupaya merawat kebhinekaan, menentramkan umatnya,” ujar dia dalam keterangannya, Senin (6/10/2025).
Ia menilai, kebersamaan lintas agama inilah yang membuat bangsa Indonesia selalu mampu bangkit dari setiap musibah. Solidaritas yang tumbuh dari nilai-nilai keagamaan menjadikan masyarakat lebih tangguh dan tidak mudah larut dalam keputusasaan, berbeda dengan sebagian negara maju yang kerap kehilangan kendali ketika menghadapi krisis.
“Banjir sedikit, walikotanya bunuh diri. Di kita ada banjir rakyatnya bisa berenang, ramai gejolak – orang lain sulit mengatasi, kita ramai rakyatnya masih bisa selfie,” ungkapnya.
UAH juga menyoroti pentingnya sinergi antara kekuatan spiritual dan ketahanan nasional. Ia mengapresiasi langkah TNI yang terus menggandeng para tokoh lintas agama dalam menjaga kedamaian dan persatuan bangsa. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa membangun negeri bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga ketenteraman batin dan kebersamaan dalam nilai-nilai luhur.
“Oleh karena itu,” tuturnya, “UAH mengapresiasi atas yang dilakukan oleh TNI, yakni dengan menggandeng tokoh-tokoh umat beragama untuk mengawal bangsa ini. Sebab bukan hanya butuh kuat, tapi juga membangun ketentraman dan kedamaian.”
Dalam momentum peringatan HUT ke-80 TNI yang digelar di Jakarta pada Sabtu (4/10), UAH menyampaikan bahwa kehidupan beragama di Indonesia telah menjadi sumber ketangguhan bangsa. Semangat keberagamaan yang hidup di tengah masyarakat menciptakan harmoni dan daya juang luar biasa.
“Yang menjadi ciri khas di Indonesia, dan tidak ditemukan di bangsa-bangsa lain, kekompakan, kerukunan para pemeluk agama yang bersama-sama selalu berupaya merawat kebhinekaan, menentramkan umatnya,” ujar dia dalam keterangannya, Senin (6/10/2025).
Ia menilai, kebersamaan lintas agama inilah yang membuat bangsa Indonesia selalu mampu bangkit dari setiap musibah. Solidaritas yang tumbuh dari nilai-nilai keagamaan menjadikan masyarakat lebih tangguh dan tidak mudah larut dalam keputusasaan, berbeda dengan sebagian negara maju yang kerap kehilangan kendali ketika menghadapi krisis.
“Banjir sedikit, walikotanya bunuh diri. Di kita ada banjir rakyatnya bisa berenang, ramai gejolak – orang lain sulit mengatasi, kita ramai rakyatnya masih bisa selfie,” ungkapnya.
UAH juga menyoroti pentingnya sinergi antara kekuatan spiritual dan ketahanan nasional. Ia mengapresiasi langkah TNI yang terus menggandeng para tokoh lintas agama dalam menjaga kedamaian dan persatuan bangsa. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa membangun negeri bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga ketenteraman batin dan kebersamaan dalam nilai-nilai luhur.
“Oleh karena itu,” tuturnya, “UAH mengapresiasi atas yang dilakukan oleh TNI, yakni dengan menggandeng tokoh-tokoh umat beragama untuk mengawal bangsa ini. Sebab bukan hanya butuh kuat, tapi juga membangun ketentraman dan kedamaian.”