home wirausaha syariah

Dorong Kesejahteraan Umat, BAZNAS RI Fokus Perkuat Penghimpunan ZIS Daerah

Rabu, 08 Oktober 2025 - 10:18 WIB
Dorong Kesejahteraan Umat, BAZNAS RI Fokus Perkuat Penghimpunan ZIS Daerah
LANGIT7.ID–Jakarta;Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong penguatan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di tingkat daerah sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi zakat nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., saat menjadi narasumber pada agenda “Penguatan Pengumpulan Zakat Infak Sedekah (ZIS) dan Percepatan Pengumpulan Nasional BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat dan BAZNAS Kab/Kota Se-Provinsi Nusa Tenggara Barat” yang digelar di Kantor BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin (6/10).

Rizaludin mengatakan, pengelolaan zakat nasional tidak bisa berjalan sendiri tanpa sinergi antara BAZNAS pusat dan BAZNAS daerah. Karena itu, ia mendorong seluruh BAZNAS di daerah, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkuat kapasitas penghimpunan serta memperluas jejaring muzaki melalui literasi, peningkatan layanan, dan pemanfaatan digitalisasi.

Rizaludin menjelaskan, strategi penguatan dilakukan melalui empat langkah utama, yakni pertama, penguatan tim fundraising perorangan yang mencakup ritel, digital, big donor, dan infak operasional. Kedua, memperkuat layanan muzaki dengan memanfaatkan data dan meningkatkan kualitas pelayanan.

"Ketiga, memperkuat tim pengadministrasian zakat fitrah dan kurban. Keempat, memperkuat fundraising badan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), zakat perusahaan, mitra CSR, hingga zakat karyawan langsung," kata Rizaludin dalam keterangannya, Rabu (8/10/2025).

Rizaludin menambahkan, strategi penghimpunan ZIS juga perlu didukung digitalisasi, branding yang kuat, peningkatan kualitas layanan, penguatan literasi zakat, amil yang profesional, serta program yang substantif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kunci fundraising ada pada kelengkapan database muzaki, komunikasi yang terbangun, mutu layanan yang diberikan, dan keberhasilan saluran pembayaran ZIS maupun Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang dimiliki,” kata Rizaludin.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya