home global news

BMKG Peringatkan Cuaca Tak Stabil, Hujan Merata dan Rob Ancam Wilayah Pesisir

Rabu, 15 Oktober 2025 - 09:19 WIB
BMKG Peringatkan Cuaca Tak Stabil, Hujan Merata dan Rob Ancam Wilayah Pesisir
LANGIT7.ID–Jakarta;Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di Indonesia pada Rabu, 15 Oktober 2025, masih akan diwarnai hujan dengan intensitas beragam. Sejumlah wilayah diprediksi mengalami hujan ringan hingga lebat, disertai potensi banjir rob serta gelombang tinggi di beberapa daerah pesisir.

Di kawasan barat Indonesia, cuaca cenderung basah. Hujan ringan berpeluang terjadi di Banda Aceh, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Jambi, Palembang, dan Pangkal Pinang. Sementara Medan dan Padang berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang. BMKG juga mencatat adanya kemungkinan hujan disertai petir di Bandar Lampung.

Kondisi serupa juga terlihat di Pulau Jawa. Beberapa kota besar seperti Serang, Bandung, Semarang, dan Surabaya diperkirakan mengalami hujan ringan, sedangkan Jakarta diprediksi diguyur hujan dengan intensitas sedang. Di Yogyakarta, masyarakat diminta waspada karena potensi hujan disertai petir dapat terjadi pada sore hingga malam hari.

Berbeda dengan Jawa dan Sumatera, wilayah Bali serta Nusa Tenggara akan didominasi awan tebal. Denpasar dan Kupang diprediksi berawan, sementara Mataram berpotensi diguyur hujan ringan. Di Kalimantan, hujan ringan diperkirakan turun di Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Palangkaraya, dan Banjarmasin.

Di kawasan Sulawesi, cuaca cenderung bervariasi. Gorontalo diperkirakan berawan, Manado, Makassar, dan Kendari berawan tebal, sementara Palu mengalami kondisi berasap atau berkabut. Hujan sedang kemungkinan terjadi di Mamuju. Sedangkan untuk kawasan timur Indonesia, seperti Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, dan Jayawijaya, BMKG memperkirakan hujan ringan akan terjadi. Nabire dan Merauke justru berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang.

BMKG menyebut, bibit siklon tropis 96W yang kini terpantau di Samudra Pasifik Timur Filipina memengaruhi pembentukan awan hujan di Maluku Utara hingga Papua. Di sisi lain, sirkulasi siklonik yang terdeteksi di Samudra Hindia Barat Sumatera membentuk daerah konvergensi dan meningkatkan potensi hujan di wilayah barat Indonesia.

Selain itu, beberapa area juga mengalami fenomena konvergensi dan konfluensi, antara lain di Kepulauan Mentawai dan Selat Malaka, Kalimantan Barat, Papua Pegunungan hingga Teluk Cenderawasih, serta di Papua Selatan hingga Laut Arafuru dan perairan utara Papua Nugini. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan awan hujan lebih intens di kawasan-kawasan tersebut.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya