Terungkap! Kota Kuno Berusia 4.000 Tahun Tersembunyi di Gurun Arab Saudi, Jejak Awal Peradaban Manusia
Tim langit 7
Rabu, 15 Oktober 2025 - 15:49 WIB
Terungkap! Kota Kuno Berusia 4.000 Tahun Tersembunyi di Gurun Arab Saudi, Jejak Awal Peradaban Manusia
LANGIT7.ID–Jakarta; Penemuan kota benteng berusia 4.000 tahun yang tersembunyi di sebuah oasis di wilayah Arab Saudi modern mengungkap bagaimana kehidupan manusia kala itu mulai beralih perlahan dari gaya hidup nomaden menuju kehidupan kota, kata para arkeolog pada Rabu.
Sisa-sisa kota kuno yang dinamai Al-Natah ini lama tersembunyi di balik oasis berdinding Khaybar—sebuah area hijau subur yang dikelilingi gurun di barat laut Jazirah Arab.
Segalanya berubah ketika ditemukan tembok kuno sepanjang 14,5 kilometer, berdasarkan penelitian yang dipimpin oleh arkeolog Prancis Guillaume Charloux yang dipublikasikan awal tahun ini.
Dalam studi terbaru yang terbit di jurnal PLOS One, tim peneliti gabungan Prancis-Arab Saudi menemukan “bukti bahwa tembok besar ini dibangun mengelilingi area permukiman,” kata Charloux.
Kota besar itu, yang diperkirakan dihuni sekitar 500 orang, dibangun sekitar tahun 2400 SM pada masa Zaman Perunggu awal. Namun sekitar seribu tahun kemudian, kota itu ditinggalkan. “Tidak ada yang tahu alasannya,” ujar Charloux.
Saat Al-Natah berdiri, peradaban kota tengah berkembang pesat di kawasan Levant—mulai dari Suriah hingga Yordania.
Wilayah barat laut Arab kala itu dianggap hanya berupa padang tandus yang dilalui penggembala nomaden dan dipenuhi situs pemakaman.
Sisa-sisa kota kuno yang dinamai Al-Natah ini lama tersembunyi di balik oasis berdinding Khaybar—sebuah area hijau subur yang dikelilingi gurun di barat laut Jazirah Arab.
Segalanya berubah ketika ditemukan tembok kuno sepanjang 14,5 kilometer, berdasarkan penelitian yang dipimpin oleh arkeolog Prancis Guillaume Charloux yang dipublikasikan awal tahun ini.
Dalam studi terbaru yang terbit di jurnal PLOS One, tim peneliti gabungan Prancis-Arab Saudi menemukan “bukti bahwa tembok besar ini dibangun mengelilingi area permukiman,” kata Charloux.
Kota besar itu, yang diperkirakan dihuni sekitar 500 orang, dibangun sekitar tahun 2400 SM pada masa Zaman Perunggu awal. Namun sekitar seribu tahun kemudian, kota itu ditinggalkan. “Tidak ada yang tahu alasannya,” ujar Charloux.
Saat Al-Natah berdiri, peradaban kota tengah berkembang pesat di kawasan Levant—mulai dari Suriah hingga Yordania.
Wilayah barat laut Arab kala itu dianggap hanya berupa padang tandus yang dilalui penggembala nomaden dan dipenuhi situs pemakaman.