home masjid

Mengetuk Langit: Saat Doa Tak Lagi Sekadar Permintaan

Selasa, 28 Oktober 2025 - 16:57 WIB
Dalam Islam, doa adalah inti usahatanda ketundukan, kekuatan jiwa, dan jalan pulang menuju Tuhan. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Di antara hiruk-pikuk zaman yang serba instan, **doa** sering kali terpinggirkan—disamakan dengan mantra atau sekadar pelipur ketika semua ikhtiar gagal. Namun dalam pandangan Islam, doa justru adalah puncak ikhtiar, bukan pelengkapnya.

“Doa itu bukan sekadar meminta. Ia adalah bentuk pengakuan paling dalam bahwa kita ini lemah,” tulis Syekh Ibnul Qayyim Al-Jauziyahdalam Al-Jawabul Kafi. Ia menyebut doa sebagai “senjata mukmin” yang dapat menembus batas ruang dan waktu.

Dalam “Meraih Do’a Mustajab”, artikel yang bersumber dari hadits-hadits sahih, doa digambarkan sebagai “bukti ketergantungan seorang hamba kepada Rabb-nya”. Rasulullah ﷺ bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ

“Doa itu adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi)

Artinya, berdoa bukanlah tindakan pasif, melainkan bagian dari spiritualitas aktif—cara manusia bernegosiasi dengan takdir melalui penyerahan total kepada Sang Pencipta.

Namun sebagian orang merasa malu berdoa terlalu banyak. Mereka khawatir dianggap tidak qana’ah, tidak bersyukur. Sikap ini, menurut para ulama, adalah kesalahpahaman teologis. Rasulullah ﷺ menegaskan:
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya