Bukan Lagi Mesin Gol, Isak Disebut 'Tamagotchi' oleh Fans Usai Kalah 4-1
Tim langit 7
Senin, 17 November 2025 - 07:24 WIB
Bukan Lagi Mesin Gol, Isak Disebut 'Tamagotchi' oleh Fans Usai Kalah 4-1
LANGIT7.ID–Jakarta;Alexander Isak kembali bermain, meskipun kali ini untuk Timnas Swedia. Striker jangkung itu tampil sebagai pemain pengganti di menit ke-63 ketika Swedia kalah telak 1-4 dari Swiss. Sebelumnya, Isak terakhir bermain untuk Liverpool pada pertengahan Oktober saat melawan Eintracht Frankfurt di Liga Champions. Fans pun tidak ragu mengkritik penampilannya.
Liverpool berhasil menjuarai Premier League 2024/25 dengan cukup nyaman, bahkan memastikan gelar dengan empat laga tersisa. Hal ini mengejutkan banyak pihak karena ini adalah musim perdana Arne Slot sebagai pelatih. Apalagi, Liverpool juga jor-joran belanja pemain, menghabiskan lebih dari £400 juta di bursa musim panas, sesuatu yang berbeda dari era Jurgen Klopp yang lebih hemat dan penuh pertimbangan.
Isak menjadi rekrutan paling mencolok, diboyong dari Newcastle United dalam transfer Deadline Day dengan nilai fantastis £125 juta. Namun sejauh ini, ia masih belum menemukan sentuhannya bersama The Reds. Syoknya, ia baru mencetak satu gol—itu pun di Piala Liga kontra Southampton—sejak bergabung, dan makin banyak yang khawatir apakah ia akan memenuhi ekspektasi.
Padahal, selama tampil bersama Newcastle, Isak dianggap salah satu striker terbaik dunia. Banyak yang yakin cepat atau lambat ia akan kembali tajam. Tapi musim gugurnya kali ini terasa berat. Setelah cedera lawan Frankfurt, ia absen dalam beberapa laga penting termasuk saat Liverpool mengalahkan Real Madrid dan Aston Villa, serta saat kalah dari Brentford.
27 Menit yang Memancing Kritik dari Fans
Isak baru kembali merumput saat Graham Potter memasukannya sebagai pemain pengganti di menit ke-63 dalam laga kontra Swiss. Sayangnya, kontribusinya minim. Selama 27 menit, ia hanya menyentuh bola 13 kali, hanya sekali di kotak penalti lawan, tidak punya satu pun tembakan, hanya sekali mengirim operan ke area sepertiga akhir, dan satu peluang tercipta. Satu-satunya catatan positif: ia memenangkan semua empat duel fisik.
Namun, komentar pedas di media sosial langsung bermunculan. Salah satu fans menulis:
Liverpool berhasil menjuarai Premier League 2024/25 dengan cukup nyaman, bahkan memastikan gelar dengan empat laga tersisa. Hal ini mengejutkan banyak pihak karena ini adalah musim perdana Arne Slot sebagai pelatih. Apalagi, Liverpool juga jor-joran belanja pemain, menghabiskan lebih dari £400 juta di bursa musim panas, sesuatu yang berbeda dari era Jurgen Klopp yang lebih hemat dan penuh pertimbangan.
Isak menjadi rekrutan paling mencolok, diboyong dari Newcastle United dalam transfer Deadline Day dengan nilai fantastis £125 juta. Namun sejauh ini, ia masih belum menemukan sentuhannya bersama The Reds. Syoknya, ia baru mencetak satu gol—itu pun di Piala Liga kontra Southampton—sejak bergabung, dan makin banyak yang khawatir apakah ia akan memenuhi ekspektasi.
Padahal, selama tampil bersama Newcastle, Isak dianggap salah satu striker terbaik dunia. Banyak yang yakin cepat atau lambat ia akan kembali tajam. Tapi musim gugurnya kali ini terasa berat. Setelah cedera lawan Frankfurt, ia absen dalam beberapa laga penting termasuk saat Liverpool mengalahkan Real Madrid dan Aston Villa, serta saat kalah dari Brentford.
27 Menit yang Memancing Kritik dari Fans
Isak baru kembali merumput saat Graham Potter memasukannya sebagai pemain pengganti di menit ke-63 dalam laga kontra Swiss. Sayangnya, kontribusinya minim. Selama 27 menit, ia hanya menyentuh bola 13 kali, hanya sekali di kotak penalti lawan, tidak punya satu pun tembakan, hanya sekali mengirim operan ke area sepertiga akhir, dan satu peluang tercipta. Satu-satunya catatan positif: ia memenangkan semua empat duel fisik.
Namun, komentar pedas di media sosial langsung bermunculan. Salah satu fans menulis: