Menag Minta Dunia Melayu-Islam Lebih Aktif dalam Panggung Geopolitik
Tim langit 7
Senin, 24 November 2025 - 14:41 WIB
Menag Minta Dunia Melayu-Islam Lebih Aktif dalam Panggung Geopolitik
LANGIT7.ID–Medan;Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong penguatan peran dunia Melayu-Islam dalam percaturan geopolitik global pada International Seminar and Conference of the Malay-Islamic World di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Medan, Senin (24/11).
Seminar ini dibuka dengan penabuhan gendang dan dihadiri akademisi nasional dan internasional serta pejabat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk merumuskan pemikiran strategis menghadapi tantangan kontemporer, seperti ketegangan geopolitik dan fragmentasi sosial dengan memadukan nilai peradaban Melayu-Islam, yaitu moderasi, mediasi, kesantunan, keterbukaan, dan keadilan.
Menag menyampaikan bahwa arah kebijakan geopolitik Presiden Prabowo masih menjadi sorotan global, terutama terkait solusi damai konflik Palestina.
“Hingga saat ini, two-state solution untuk menghentikan konflik Palestina-Israel oleh Presiden Prabowo masih menjadi trending topik di media,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia menegaskan bahwa Asia Tenggara memiliki potensi besar sebagai kekuatan Muslim dunia, mengingat sekitar seperlima populasi Muslim global berada di kawasan ini, termasuk 242,7 juta Muslim Indonesia.
Maka dari itu, ia mendorong kampus-kampus Islam berperan lebih aktif merumuskan rekomendasi akademik bagi kebijakan luar negeri Indonesia.
“Saya harap UINSU berkontribusi dalam merumuskan berbagai kebijakan akademik,” harapnya.
Seminar ini dibuka dengan penabuhan gendang dan dihadiri akademisi nasional dan internasional serta pejabat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk merumuskan pemikiran strategis menghadapi tantangan kontemporer, seperti ketegangan geopolitik dan fragmentasi sosial dengan memadukan nilai peradaban Melayu-Islam, yaitu moderasi, mediasi, kesantunan, keterbukaan, dan keadilan.
Menag menyampaikan bahwa arah kebijakan geopolitik Presiden Prabowo masih menjadi sorotan global, terutama terkait solusi damai konflik Palestina.
“Hingga saat ini, two-state solution untuk menghentikan konflik Palestina-Israel oleh Presiden Prabowo masih menjadi trending topik di media,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia menegaskan bahwa Asia Tenggara memiliki potensi besar sebagai kekuatan Muslim dunia, mengingat sekitar seperlima populasi Muslim global berada di kawasan ini, termasuk 242,7 juta Muslim Indonesia.
Maka dari itu, ia mendorong kampus-kampus Islam berperan lebih aktif merumuskan rekomendasi akademik bagi kebijakan luar negeri Indonesia.
“Saya harap UINSU berkontribusi dalam merumuskan berbagai kebijakan akademik,” harapnya.