Al-Azhar Mesir Dukung Prodi Bahasa Indonesia dan Indonesia Center di Sana
Lusi mahgriefie
Kamis, 27 November 2025 - 10:13 WIB
Al-Azhar Mesir Dukung Prodi Bahasa Indonesia dan Indonesia Center di Sana
Kerja sama di bidang pendidikan antara Indonesia dan Mesir kian menguat. Kedua belah pihak sepakat untuk membangun kolaborasi akademik yang strategis dan berkelanjutan, salah satunya Al-Azhar Kairo, Mesir mengadakan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia yang baru saja dibuka di Fakultas Bahasa dan Terjemah Al-Azhar.
Belum lama ini, berlangsung pertemuan diplomasi pendidikan antara Indonesia yang diwakili oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, dengan Wakil Grand Syeikh Al-Azhar, Mohammed Abdel Rahman Al-Duweiny, di Kairo, Mesir, pada Senin (24/11).
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti dengan Rektor Al-Azhar pada 6 November 2025 lalu, khususnya untuk mendukung keberlangsungan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia yang baru saja dibuka di Fakultas Bahasa dan Terjemah Al-Azhar.
"Kehadiran kami hari ini adalah untuk mengafirmasi dukungan penuh Kemendikdasmen terhadap eksistensi Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Al-Azhar. Ini adalah bentuk keseriusan Indonesia dalam membangun kolaborasi akademik yang strategis dan berkelanjutan," ujar Wamen Atip melalui keterangan resminya.
Baca juga:Cerita Bersejarah Sekolah Indonesia Cairo di Mesir
Merespons komitmen Indonesia, Al-Duweiny menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap kunjungan Wamen Atip beserta rombongan. Menurutnya, kehadiran para pimpinan pendidikan Indonesia di Al-Azhar Kairo merupakan bukti nyata keseriusan Indonesia dalam kolaborasi dan kerja sama akademik, khususnya dalam pengembangan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia.
Lebih lanjut, Al-Duweiny menyampaikan bahwa kehadiran wakil menteri dari Indonesia menjadi bukti nyata keseriusan Indonesia dalam membangun kolaborasi akademik, khususnya pada Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia.
Belum lama ini, berlangsung pertemuan diplomasi pendidikan antara Indonesia yang diwakili oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, dengan Wakil Grand Syeikh Al-Azhar, Mohammed Abdel Rahman Al-Duweiny, di Kairo, Mesir, pada Senin (24/11).
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti dengan Rektor Al-Azhar pada 6 November 2025 lalu, khususnya untuk mendukung keberlangsungan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia yang baru saja dibuka di Fakultas Bahasa dan Terjemah Al-Azhar.
"Kehadiran kami hari ini adalah untuk mengafirmasi dukungan penuh Kemendikdasmen terhadap eksistensi Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Al-Azhar. Ini adalah bentuk keseriusan Indonesia dalam membangun kolaborasi akademik yang strategis dan berkelanjutan," ujar Wamen Atip melalui keterangan resminya.
Baca juga:Cerita Bersejarah Sekolah Indonesia Cairo di Mesir
Merespons komitmen Indonesia, Al-Duweiny menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap kunjungan Wamen Atip beserta rombongan. Menurutnya, kehadiran para pimpinan pendidikan Indonesia di Al-Azhar Kairo merupakan bukti nyata keseriusan Indonesia dalam kolaborasi dan kerja sama akademik, khususnya dalam pengembangan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia.
Lebih lanjut, Al-Duweiny menyampaikan bahwa kehadiran wakil menteri dari Indonesia menjadi bukti nyata keseriusan Indonesia dalam membangun kolaborasi akademik, khususnya pada Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia.