BMM dan Bank Muamalat Gelar Nobar “Hayya” untuk Perkuat Solidaritas Palestina
Tim langit 7
Sabtu, 29 November 2025 - 11:29 WIB
BMM dan Bank Muamalat Gelar Nobar Hayya untuk Perkuat Solidaritas Palestina
LANGIT7.ID–Jakarta;Lembaga Amil Zakat Nasional dan Nazhir Wakaf Baitulmaal Muamalat (BMM) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) film Hayya: The Power of Love 2 di Muamalat Tower, Jakarta, pada Jumat (28/11).
Direktur Eksekutif BMM, Tegar Sangga Barkah mengatakan, acara ini bukan hanya sekadar menonton film, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun empati bersama, terutama untuk rakyat Palestina. Kegiatan ini juga menjadi komitmen BMM dan Bank Muamalat untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina.
“Isu kemanusiaan yang selama ini menimpa rakyat Palestina telah masuk dalam kategori gawat darurat dan harus menjadi perhatian kita semua. Lewat film Hayya, kami mengajak masyarakat untuk menyaksikan dan merasakan beratnya kehidupan yang dijalani oleh saudara-saudara kita di Palestina,” kata Tegar dalam keterangan resmi, Sabtu (29/11/2025).
Kegiatan Nobar film Hayya: The Power of Love 2 diselenggarakan secara gratis untuk karyawan Bank Muamalat dan masyarakat umum. Nobar ini menjadi menarik karena penonton dapat bertemu langsung dengan Jastis Arimba selaku Sutradara serta para pemeran di antaranya Adhin Abdul Hakim sebagai Adhin, Husein Alatas sebagai Ustadz Adam di film Hayya 3: Gaza, dan Amna Shahab sebagai Hayya. Turut hadir Fakhri Al Qossam, relawan BMM yang akan ikut dalam distribusi program Ekspedisi Palestina – Winter Survival.
“Kehadiran para tokoh tersebut berhasil menambah semangat, empati dan antusiasme penonton. Momen ini sekaligus menjadi kesempatan interaktif untuk menggali inspirasi dari kisah di balik layar. Pemaparan relawan yang pernah turun langsung untuk distribusi bantuan kepada rakyat Palestina memperkuat informasi tentang kondisi terkini di Palestina,” ujar Tegar.
Film Hayya: The Power of Love 2 mengisahkan tentang sosok Rahmat, seorang relawan kemanusiaan di Palestina yang mengalami perubahan perilaku setelah bertemu dengan sosok Hayya yang membuatnya terinspirasi karena ketangguhan dan keteguhannya sebagai gadis kecil yatim piatu di Palestina. Kedekatan Hayya dengan Rahmat selama berada di camp pengungsian menyajikan cerita yang emosional hingga tiba saat relawan tersebut harus pulang ke Indonesia.
Pembina BMM sekaligus Produser Pendamping Film Hayya: The Power of Love 2, Imam Teguh Saptono menjelaskan alasan pembuatan film ini adalah bagian dari strategi dakwah di era modern.
Direktur Eksekutif BMM, Tegar Sangga Barkah mengatakan, acara ini bukan hanya sekadar menonton film, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun empati bersama, terutama untuk rakyat Palestina. Kegiatan ini juga menjadi komitmen BMM dan Bank Muamalat untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina.
“Isu kemanusiaan yang selama ini menimpa rakyat Palestina telah masuk dalam kategori gawat darurat dan harus menjadi perhatian kita semua. Lewat film Hayya, kami mengajak masyarakat untuk menyaksikan dan merasakan beratnya kehidupan yang dijalani oleh saudara-saudara kita di Palestina,” kata Tegar dalam keterangan resmi, Sabtu (29/11/2025).
Kegiatan Nobar film Hayya: The Power of Love 2 diselenggarakan secara gratis untuk karyawan Bank Muamalat dan masyarakat umum. Nobar ini menjadi menarik karena penonton dapat bertemu langsung dengan Jastis Arimba selaku Sutradara serta para pemeran di antaranya Adhin Abdul Hakim sebagai Adhin, Husein Alatas sebagai Ustadz Adam di film Hayya 3: Gaza, dan Amna Shahab sebagai Hayya. Turut hadir Fakhri Al Qossam, relawan BMM yang akan ikut dalam distribusi program Ekspedisi Palestina – Winter Survival.
“Kehadiran para tokoh tersebut berhasil menambah semangat, empati dan antusiasme penonton. Momen ini sekaligus menjadi kesempatan interaktif untuk menggali inspirasi dari kisah di balik layar. Pemaparan relawan yang pernah turun langsung untuk distribusi bantuan kepada rakyat Palestina memperkuat informasi tentang kondisi terkini di Palestina,” ujar Tegar.
Film Hayya: The Power of Love 2 mengisahkan tentang sosok Rahmat, seorang relawan kemanusiaan di Palestina yang mengalami perubahan perilaku setelah bertemu dengan sosok Hayya yang membuatnya terinspirasi karena ketangguhan dan keteguhannya sebagai gadis kecil yatim piatu di Palestina. Kedekatan Hayya dengan Rahmat selama berada di camp pengungsian menyajikan cerita yang emosional hingga tiba saat relawan tersebut harus pulang ke Indonesia.
Pembina BMM sekaligus Produser Pendamping Film Hayya: The Power of Love 2, Imam Teguh Saptono menjelaskan alasan pembuatan film ini adalah bagian dari strategi dakwah di era modern.