home masjid

Cianjur Resmi Jadi Kota Wakaf, Kemenag Tegaskan Pentingnya Perbaikan Pengelolaan Aset

Rabu, 03 Desember 2025 - 10:04 WIB
Cianjur Resmi Jadi Kota Wakaf, Kemenag Tegaskan Pentingnya Perbaikan Pengelolaan Aset
LANGIT7.ID-Jakarta;Modernisasi ekosistem wakaf kembali menjadi perhatian serius Kementerian Agama (Kemenag) setelah penetapan Cianjur sebagai Kota Wakaf. Penunjukan ini dijadikan momentum untuk menyoroti persoalan manajemen wakaf nasional yang selama ini belum tergarap optimal, mulai dari pencatatan aset, kinerja nazir, hingga produktivitas tanah wakaf.

Langkah Kemenag tersebut sejalan dengan perluasan mandat di bidang layanan keagamaan umat. Dengan penetapan Cianjur—daerah ketiga di Jawa Barat setelah Cirebon dan Indramayu—Kemenag ingin mengakselerasi transformasi administrasi dan tata kelola wakaf yang lebih profesional, transparan, dan terukur di seluruh Indonesia.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pembenahan sektor wakaf tidak hanya soal penetapan wilayah, tetapi tentang memperbaiki cara kerja pengelolaan aset. “Kita ingin wakaf memberi manfaat nyata bagi pendidikan, ekonomi umat, dan kesejahteraan sosial. Semoga Cianjur menjadi pusat inovasi dan contoh baik bagi daerah lain,” ujar dia dalam keterangannya, Rabu (3/12/2025).

Ekspansi Kota Wakaf dan Perluasan Mandat Kemenag

Perkembangan Kota Wakaf menjadi salah satu instrumen Kemenag dalam penguatan ekosistem zakat dan wakaf. Hingga 2025, total 15 daerah telah masuk program ini. Enam daerah ditetapkan pada 2024, lalu delapan daerah menyusul sepanjang 2025, termasuk Cirebon, Indramayu, Kendal hingga Mataram. Ambon diproyeksikan menjadi lokasi berikutnya.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa orientasi Kemenag kini jauh lebih luas. Ia menyebut peran penyuluh agama sebagai kunci pelayanan di tingkat akar rumput. “Pencatatan nikah hanya bagian kecil. Penyuluh agama adalah garda terdepan yang setiap hari hadir di desa-desa membimbing masyarakat. Peran mereka strategis dan harus terus diperkuat,” jelasnya.

Abu juga menyinggung penanganan bencana di Sumatera yang tengah berlangsung. “Menteri Agama telah mengoordinasikan penanganan dengan BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat. Tahap darurat berjalan, dan rekonstruksi akan segera kita susun bersama,” terangnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya