Menempuh Jalan Terjal Kepemimpinan: Potret Mendalam Andi Amran Sulaiman
Tim langit 7
Kamis, 04 Desember 2025 - 09:27 WIB
Menempuh Jalan Terjal Kepemimpinan: Potret Mendalam Andi Amran Sulaiman
Oleh: Alfin Kurniawan
LANGIT7.ID–Tidak banyak pejabat yang perjalanan hidupnya membentuk karakter sekuat pekerjaan yang mereka emban. Bagi Andi Amran Sulaiman, fondasi kepemimpinan dibangun jauh sebelum ia memasuki ruang-ruang rapat kementerian jauh sebelum namanya menghiasi wacana publik soal pangan.
Ia lahir dari tanah Bone, Sulawesi Selatan, tumbuh dalam kultur kerja keras yang menuntut disiplin sejak dini. Dari lingkungan itu, Amran belajar bahwa ketangguhan bukan sekadar sikap, tetapi proses panjang yang ditempa hari demi hari.
Akar yang Membentuk Cara Pandang
Amran tidak pernah diceritakan sebagai sosok yang meniti jalan hidup penuh dramatisasi. Ia tumbuh dari keluarga sederhana di Bone, menempuh pendidikan dengan tekun, dan merawat kedekatan dengan dunia pertanian sejak awal. Pendidikan tinggi di Universitas Hasanuddin membawanya meraih gelar Sarjana Pertanian (1993), Magister Pertanian (2002), hingga Doktor Ilmu Pertanian (2012). Ini bukan sekadar kronologi akademik; bagi Amran, pengetahuan adalah modal moral untuk bekerja lebih besar bagi publik.
Setelah lulus, ia masuk ke PT Perkebunan Nusantara XIV. Di sana ia mempelajari detil dunia agribisnis sebelum mendirikan Tiran Group—perusahaan yang kemudian tumbuh pesat dalam sektor perkebunan, pertambangan, perdagangan, dan teknologi pertanian. Perjalanan bisnis itu membuatnya dikenal sebagai salah satu figur penting dari Indonesia Timur yang memadukan wawasan teknis dengan keberanian mengambil risiko.
LANGIT7.ID–Tidak banyak pejabat yang perjalanan hidupnya membentuk karakter sekuat pekerjaan yang mereka emban. Bagi Andi Amran Sulaiman, fondasi kepemimpinan dibangun jauh sebelum ia memasuki ruang-ruang rapat kementerian jauh sebelum namanya menghiasi wacana publik soal pangan.
Ia lahir dari tanah Bone, Sulawesi Selatan, tumbuh dalam kultur kerja keras yang menuntut disiplin sejak dini. Dari lingkungan itu, Amran belajar bahwa ketangguhan bukan sekadar sikap, tetapi proses panjang yang ditempa hari demi hari.
Akar yang Membentuk Cara Pandang
Amran tidak pernah diceritakan sebagai sosok yang meniti jalan hidup penuh dramatisasi. Ia tumbuh dari keluarga sederhana di Bone, menempuh pendidikan dengan tekun, dan merawat kedekatan dengan dunia pertanian sejak awal. Pendidikan tinggi di Universitas Hasanuddin membawanya meraih gelar Sarjana Pertanian (1993), Magister Pertanian (2002), hingga Doktor Ilmu Pertanian (2012). Ini bukan sekadar kronologi akademik; bagi Amran, pengetahuan adalah modal moral untuk bekerja lebih besar bagi publik.
Setelah lulus, ia masuk ke PT Perkebunan Nusantara XIV. Di sana ia mempelajari detil dunia agribisnis sebelum mendirikan Tiran Group—perusahaan yang kemudian tumbuh pesat dalam sektor perkebunan, pertambangan, perdagangan, dan teknologi pertanian. Perjalanan bisnis itu membuatnya dikenal sebagai salah satu figur penting dari Indonesia Timur yang memadukan wawasan teknis dengan keberanian mengambil risiko.