Cholil Nafis: Pancasila Satukan Indonesia dan Layak Jadi Model Perdamaian Dunia
Tim langit 7
Kamis, 04 Desember 2025 - 15:32 WIB
Cholil Nafis: Pancasila Satukan Indonesia dan Layak Jadi Model Perdamaian Dunia
LANGIT7.ID–JAKARTA;Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) M. Cholil Nafis, Lc., Ph D, mendorong Pancasila menjadi inspirasi perdamaian dunia. Pesan itu ia sampaikan saat mewakili MUI dalam acara Silaturahim dan Dialog Kekuatan Ideologi Pancasila untuk Perdamaian Dunia bersama Sekjen Liga Muslim Dunia (Muslim World League) H.E. Syaikh Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Issa di Gedung Nusantara V, MPR RI, Jakarta, Kamis.
Acara tersebut dihadiri para ulama, intelektual, serta anggota parlemen. Dalam sambutannya, Cholil Nafis menekankan bahwa perdamaian hanya dapat terwujud bila masyarakat sepakat menjaga harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mencontohkan Indonesia yang berhasil menyatukan keragaman pulau, suku, dan budaya melalui ikatan kesepakatan nasional, yaitu Pancasila.
Menurutnya, Pancasila bukanlah agama dan bukan pula antitesis dari agama. Sebaliknya, nilai-nilai Pancasila sejalan dengan tujuan syariah Islam dalam menciptakan kehidupan yang damai, rukun, dan berkeadaban.
“Pancasila itu bukan agama, juga bukan anti agama. Namun Pancasila itu dijiwai oleh agama, khususnya agama Islam,” ujar Cholil dalam sambutannya, Kamis (4/12/2025).
Ia juga menegaskan bahwa sila pertama tentang Ketuhanan Yang Maha Esa mencerminkan semangat keberagamaan yang kuat. Hal ini sejalan dengan konsep tauhid dalam Islam yang menempatkan keimanan sebagai fondasi moral bagi keadilan dan kemanusiaan.
“Ideologi negara Indonesia adalah mewajibkan seluruhnya untuk beragama. Tentu umat beragama itu dasar untuk mencipta hidup damai, berkemanusiaan yang adil dan beradab,” ungkapnya.
Di akhir penyampaiannya, Cholil Nafis mengajak Liga Muslim Dunia untuk menjalin kolaborasi strategis dengan Indonesia. Ia berharap kerja sama tersebut dapat memperkuat upaya global dalam membangun jembatan perdamaian dan menyebarkan nilai-nilai Pancasila ke dunia internasional.
Acara tersebut dihadiri para ulama, intelektual, serta anggota parlemen. Dalam sambutannya, Cholil Nafis menekankan bahwa perdamaian hanya dapat terwujud bila masyarakat sepakat menjaga harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mencontohkan Indonesia yang berhasil menyatukan keragaman pulau, suku, dan budaya melalui ikatan kesepakatan nasional, yaitu Pancasila.
Menurutnya, Pancasila bukanlah agama dan bukan pula antitesis dari agama. Sebaliknya, nilai-nilai Pancasila sejalan dengan tujuan syariah Islam dalam menciptakan kehidupan yang damai, rukun, dan berkeadaban.
“Pancasila itu bukan agama, juga bukan anti agama. Namun Pancasila itu dijiwai oleh agama, khususnya agama Islam,” ujar Cholil dalam sambutannya, Kamis (4/12/2025).
Ia juga menegaskan bahwa sila pertama tentang Ketuhanan Yang Maha Esa mencerminkan semangat keberagamaan yang kuat. Hal ini sejalan dengan konsep tauhid dalam Islam yang menempatkan keimanan sebagai fondasi moral bagi keadilan dan kemanusiaan.
“Ideologi negara Indonesia adalah mewajibkan seluruhnya untuk beragama. Tentu umat beragama itu dasar untuk mencipta hidup damai, berkemanusiaan yang adil dan beradab,” ungkapnya.
Di akhir penyampaiannya, Cholil Nafis mengajak Liga Muslim Dunia untuk menjalin kolaborasi strategis dengan Indonesia. Ia berharap kerja sama tersebut dapat memperkuat upaya global dalam membangun jembatan perdamaian dan menyebarkan nilai-nilai Pancasila ke dunia internasional.
(lam)