Pameran Motherland Bambang Asrini Hadirkan Refleksi Ibu dan Tanah Air Jelang Hari Ibu
Tim langit 7
Sabtu, 20 Desember 2025 - 17:54 WIB
Pameran Motherland Bambang Asrini Hadirkan Refleksi Ibu dan Tanah Air Jelang Hari Ibu
LANGIT7.ID-Jakarta; Jelang Hari Ibu nasional, pelukis Bambang Asrini menghelat pameran seni drawing kontemporer dengan juluk Motherland. Bertempat di galeri-kafe Darmin Kopi, Jl. Duren Tiga Raya No.7e, Jakarta Selatan. Hajatan seni rupa itu akan berlangsung pada 23 Desember 2025 – 16 Januari 2026.
Bambang Asrini memilih tajuk Motherland atau Tanah Air, dengan sejumlah 15 buah karya drawing kontemporer mixed media on paper yang terhubung dengan ingatan momentum hari Ibu nasional. Hal itu, menurut Bambang menjadi sebuah ekspresi seni rupa sebagai lahan refleksi ibu pelukis yang wafat, sekaligus sebuah pesan tentang kondisi mutakhir Tanah Air.
“Seni menjadi instrumen kultural sebagai penanda, bahwa hakikatnya dalam diri seseorang atau sekelompok masyarakat mengalami nalar dan rasa terbangun imajinasi estetika bersama tentang Ibu biologis dan Tanah Air”, ujar Bambang dalam keterangan resmi, Sabtu (20/12/2025).
Pembukaan pameran pada Senin, 22 Desember, sedianya secara resmi dibuka oleh Erros Djarot, seorang legenda sutradara Indonesia, budayawan serta aktivis politik. Pembukaan dimeriahkan penampilan kolaborasi tiga seniman performans berjudul ‘Tamiang’ oleh Iskandar Nizar, Yosef Oktaviana dan Aendra Medita.
Seturut Dwi Sutarjantono, seorang pemerhati Seni dan gaya hidup, pameran Motherland seperti persembahan seorang anak kepada ibunya, selain persembahan seorang seniman kepada luka yang membentuknya.
“Bambang juga mengandaikan bahwa pameran adalah persembahan seorang anak negeri kepada Ibu Pertiwi. Sejatinya, garis pada kertas dapat menjadi jembatan antara yang hidup dan yang telah pergi dan seni bisa menjadi rumah ketika dunia tidak lagi ramah selain arti kehilangan, betapapun menyakitkan, dapat melahirkan keindahan yang membuat kita mengerti tentang apa artinya menjadi manusia”, ujar Dwi menambahkan.
Sementara itu, Imam Muhtarom, seorang pengamat seni dan kandidat doktor dari Universitas Indonesia dalam pengantar katalog menyatakan bahwa Karya lukis Bambang menempatkan pertarungan secara dialektis antara gagasan mengenai keadilan dan kesejahteraan dalam berbangsa dan bernegara.
Bambang Asrini memilih tajuk Motherland atau Tanah Air, dengan sejumlah 15 buah karya drawing kontemporer mixed media on paper yang terhubung dengan ingatan momentum hari Ibu nasional. Hal itu, menurut Bambang menjadi sebuah ekspresi seni rupa sebagai lahan refleksi ibu pelukis yang wafat, sekaligus sebuah pesan tentang kondisi mutakhir Tanah Air.
“Seni menjadi instrumen kultural sebagai penanda, bahwa hakikatnya dalam diri seseorang atau sekelompok masyarakat mengalami nalar dan rasa terbangun imajinasi estetika bersama tentang Ibu biologis dan Tanah Air”, ujar Bambang dalam keterangan resmi, Sabtu (20/12/2025).
Pembukaan pameran pada Senin, 22 Desember, sedianya secara resmi dibuka oleh Erros Djarot, seorang legenda sutradara Indonesia, budayawan serta aktivis politik. Pembukaan dimeriahkan penampilan kolaborasi tiga seniman performans berjudul ‘Tamiang’ oleh Iskandar Nizar, Yosef Oktaviana dan Aendra Medita.
Seturut Dwi Sutarjantono, seorang pemerhati Seni dan gaya hidup, pameran Motherland seperti persembahan seorang anak kepada ibunya, selain persembahan seorang seniman kepada luka yang membentuknya.
“Bambang juga mengandaikan bahwa pameran adalah persembahan seorang anak negeri kepada Ibu Pertiwi. Sejatinya, garis pada kertas dapat menjadi jembatan antara yang hidup dan yang telah pergi dan seni bisa menjadi rumah ketika dunia tidak lagi ramah selain arti kehilangan, betapapun menyakitkan, dapat melahirkan keindahan yang membuat kita mengerti tentang apa artinya menjadi manusia”, ujar Dwi menambahkan.
Sementara itu, Imam Muhtarom, seorang pengamat seni dan kandidat doktor dari Universitas Indonesia dalam pengantar katalog menyatakan bahwa Karya lukis Bambang menempatkan pertarungan secara dialektis antara gagasan mengenai keadilan dan kesejahteraan dalam berbangsa dan bernegara.