Krisis Iklim Makin Kompleks, LLHPB ‘Aisyiyah Matangkan Strategi Respons Nasional
Tim langit 7
Selasa, 23 Desember 2025 - 11:16 WIB
Krisis Iklim Makin Kompleks, LLHPB Aisyiyah Matangkan Strategi Respons Nasional
LANGIT7.ID-Yogyakarta; Penguatan peran perempuan sebagai aktor kunci dalam penanganan krisis iklim dan kebencanaan menjadi fokus utama Rapat Pimpinan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (LLHPB PP ‘Aisyiyah) yang digelar di Yogyakarta, 20–21 Desember 2025. Forum ini menandai langkah konsolidatif ‘Aisyiyah dalam merespons meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui rapat tersebut, jajaran pimpinan LLHPB PP ‘Aisyiyah melakukan evaluasi menyeluruh atas program yang telah berjalan sekaligus merumuskan strategi baru yang lebih adaptif terhadap kompleksitas persoalan lingkungan dan kebencanaan. Penajaman arah kerja ini menjadi bagian dari persiapan organisasi menuju Muktamar 2027.
Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Masyitoh Chusnan, menegaskan bahwa seluruh kerja kebencanaan yang dilakukan LLHPB harus berpijak pada nilai spiritual sebagai ciri Gerakan Perempuan Islam Berkemajuan.
“Setiap langkah pengabdian, termasuk saat mendampingi masyarakat terdampak bencana, adalah bagian dari ibadah dan dakwah,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (23/12/2025).
Ia menekankan, ‘Aisyiyah memikul tanggung jawab historis sebagai gerakan perubahan dan pembaruan yang terus menyesuaikan diri dengan tantangan zaman. Karena itu, Rapim LLHPB diarahkan untuk menghasilkan program kerja yang lebih fokus, terukur, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Dari sisi teknis lapangan, Ketua , Rahmawati Husein, menyoroti keterkaitan erat antara krisis lingkungan dan bencana yang semakin sulit dipisahkan.
“Bencana hari ini menunjukkan betapa tipisnya batas antara persoalan lingkungan dan kebencanaan. Kerusakan ekologis yang berlangsung panjang telah memperparah dampak bencana dan menuntut respon jangka panjang,” katanya.
Melalui rapat tersebut, jajaran pimpinan LLHPB PP ‘Aisyiyah melakukan evaluasi menyeluruh atas program yang telah berjalan sekaligus merumuskan strategi baru yang lebih adaptif terhadap kompleksitas persoalan lingkungan dan kebencanaan. Penajaman arah kerja ini menjadi bagian dari persiapan organisasi menuju Muktamar 2027.
Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Masyitoh Chusnan, menegaskan bahwa seluruh kerja kebencanaan yang dilakukan LLHPB harus berpijak pada nilai spiritual sebagai ciri Gerakan Perempuan Islam Berkemajuan.
“Setiap langkah pengabdian, termasuk saat mendampingi masyarakat terdampak bencana, adalah bagian dari ibadah dan dakwah,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (23/12/2025).
Ia menekankan, ‘Aisyiyah memikul tanggung jawab historis sebagai gerakan perubahan dan pembaruan yang terus menyesuaikan diri dengan tantangan zaman. Karena itu, Rapim LLHPB diarahkan untuk menghasilkan program kerja yang lebih fokus, terukur, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Dari sisi teknis lapangan, Ketua , Rahmawati Husein, menyoroti keterkaitan erat antara krisis lingkungan dan bencana yang semakin sulit dipisahkan.
“Bencana hari ini menunjukkan betapa tipisnya batas antara persoalan lingkungan dan kebencanaan. Kerusakan ekologis yang berlangsung panjang telah memperparah dampak bencana dan menuntut respon jangka panjang,” katanya.