Menbud Fadli Zon Gandeng Dompet Dhuafa Perkuat Pemberdayaan Berbasis Kearifan Lokal
Tim langit 7
Jum'at, 09 Januari 2026 - 00:16 WIB
Menbud Fadli Zon Gandeng Dompet Dhuafa Perkuat Pemberdayaan Berbasis Kearifan Lokal
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima audiensi pengurus pusat Dompet Dhuafa di Gedung E Kemenbud, Senayan, Jakarta. Pertemuan strategis tersebut membahas potensi kerja sama antara Kementerian Kebudayaan dan Dompet Dhuafa dalam pemberdayaan kemanusiaan dan kebudayaan.
Dalam dialog tersebut, Menbud Fadli menerangkan bahwa budaya merupakan unsur yang tidak terpisahkan dari pemberdayaan manusia. Menurut Menbud, budaya bukan sekadar seni, melainkan nilai yang dapat menghidupkan ekosistem kearifan lokal yang sudah melekat di kehidupan masyarakat.
“Budaya itu tidak semata-mata soal kesenian, tapi bisa menjadi penguat. Ada adat istiadat dan budaya di masyarakat yang sangat erat sekali dengan kearifan-kearifan lokal dan sudah menjadi bagian dari tradisi. Semua kearifan lokal ini yang kita perlu hidupkan, dan itulah yang kita coba hadirkan melalui Kementerian Kebudayaan,” ungkap Menbud Fadli dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).
Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan menekankan bahwa pemberdayaan manusia berbasis budaya dapat menumbuhkan dampak positif terhadap sejumlah sektor. Selain menjadi motor penggerak ekonomi, unsur-unsur budaya juga dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat sekitar dalam melestarikan kearifan lokal. Menbud Fadli turut memberikan contoh pelestarian ekosistem pencak silat yang telah diusung Kementerian Kebudayaan pada akhir tahun lalu.
“Kemarin kita baru menguatkan ekosistem pencak silat di Cimande. Kita ingin membuat ekosistem pencak silat di sana, budaya pencak silat juga bisa dikuatkan dengan adanya kompetisi dan festival budaya. Bisa juga kita buat ekosistem bagi para murid supaya datang pada musim liburan untuk belajar pencak silat,” terang Menteri Fadli.
Menteri Fadli turut menjelaskan bahwa pemajuan kebudayaan dapat diimplementasikan dengan berbagai cara, salah satunya dengan memaksimalkan pelestarian dan pemanfaatan situs-situs cagar budaya. Ia menjelaskan, “Selain membangun ekosistem budaya, kita juga ingin memaksimalkan situs-situs cagar budaya agar bisa dilestarikan dan dimanfaatkan secara maksimal, karena saya lihat potensi itu sangat besar. Misalnya di Jawa Barat, kita tengah memugar Gunung Padang, sehingga di sekitar situs itu mungkin bisa tumbuh UMKM-nya, kemudian ada restoran, cafe, agar masyarakat sekitar juga bisa merasakan manfaatnya.”
Menanggapi pernyataan Menbud, Parni Hadi selaku inisiator dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa mengungkapkan bahwa budaya dapat menjadi instrumen untuk mendukung pemberdayaan manusia. Ia menjelaskan, “Meningkatkan keswadayaan masyarakat ataupun perbaikan kesejahteraan masyarakat itu sebenarnya berkaitan dengan budaya, misalnya budaya bersih, budaya sehat, dan lainnya.”
Dalam dialog tersebut, Menbud Fadli menerangkan bahwa budaya merupakan unsur yang tidak terpisahkan dari pemberdayaan manusia. Menurut Menbud, budaya bukan sekadar seni, melainkan nilai yang dapat menghidupkan ekosistem kearifan lokal yang sudah melekat di kehidupan masyarakat.
“Budaya itu tidak semata-mata soal kesenian, tapi bisa menjadi penguat. Ada adat istiadat dan budaya di masyarakat yang sangat erat sekali dengan kearifan-kearifan lokal dan sudah menjadi bagian dari tradisi. Semua kearifan lokal ini yang kita perlu hidupkan, dan itulah yang kita coba hadirkan melalui Kementerian Kebudayaan,” ungkap Menbud Fadli dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).
Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan menekankan bahwa pemberdayaan manusia berbasis budaya dapat menumbuhkan dampak positif terhadap sejumlah sektor. Selain menjadi motor penggerak ekonomi, unsur-unsur budaya juga dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat sekitar dalam melestarikan kearifan lokal. Menbud Fadli turut memberikan contoh pelestarian ekosistem pencak silat yang telah diusung Kementerian Kebudayaan pada akhir tahun lalu.
“Kemarin kita baru menguatkan ekosistem pencak silat di Cimande. Kita ingin membuat ekosistem pencak silat di sana, budaya pencak silat juga bisa dikuatkan dengan adanya kompetisi dan festival budaya. Bisa juga kita buat ekosistem bagi para murid supaya datang pada musim liburan untuk belajar pencak silat,” terang Menteri Fadli.
Menteri Fadli turut menjelaskan bahwa pemajuan kebudayaan dapat diimplementasikan dengan berbagai cara, salah satunya dengan memaksimalkan pelestarian dan pemanfaatan situs-situs cagar budaya. Ia menjelaskan, “Selain membangun ekosistem budaya, kita juga ingin memaksimalkan situs-situs cagar budaya agar bisa dilestarikan dan dimanfaatkan secara maksimal, karena saya lihat potensi itu sangat besar. Misalnya di Jawa Barat, kita tengah memugar Gunung Padang, sehingga di sekitar situs itu mungkin bisa tumbuh UMKM-nya, kemudian ada restoran, cafe, agar masyarakat sekitar juga bisa merasakan manfaatnya.”
Menanggapi pernyataan Menbud, Parni Hadi selaku inisiator dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa mengungkapkan bahwa budaya dapat menjadi instrumen untuk mendukung pemberdayaan manusia. Ia menjelaskan, “Meningkatkan keswadayaan masyarakat ataupun perbaikan kesejahteraan masyarakat itu sebenarnya berkaitan dengan budaya, misalnya budaya bersih, budaya sehat, dan lainnya.”