home lifestyle muslim

Marak Konten Seksual Berbasis AI, Pakar Minta Publik Lebih Kritis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 20:54 WIB
Ilustrasi konten digital yang menempatkan perempuan sebagai objek utama. Foto: Pexels/cottonbro studio.
Praktik manipulasi konten seksual berupa foto dan video lewat fitur kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI) menimbulkan keresahan publik.

Penyalahgunaan teknologi ini justru menempatkan perempuan dan anak-anak sebagai korban utama eksploitasi visual.

Laporan 2024 mencatat Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dengan 1.450.403 kasus. Posisi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah kasus pornografi daring terbesar.

Baca juga: Konten Digital Negatif Berlebih Ancam Kesehatan Mental Anak

Akademisi pemerhati gender dari Sekolah Pascasarjana UGM, Ratna Noviani Ph.D, menegaskan bahwa kecanggihan fiturkecerdasan buatan bukan sekadar kemajuan teknologi, melainkan alat baru untuk melanggengkan kekerasan berbasis gender yang sistemik.

Ratna mengatakan, ruang digital yang kerap diglofirikasi sebagai ruang kebebasan malah berujung sebagai medan baru reproduksi kekerasan berbasis gender, termasuk kekerasan seksual yang menyasar perempuan.

“Ini bukan hanya melanggengkan kekerasan lama, tetapi juga menjadi ruang bentuk-bentuk kekerasan baru, seperti kekerasan berbasis gender online yang bersifat masif, anonim, dan cenderung sulit dihentikan.” jelasnya seperti dikutip dari laman resmi UGM, Sabtu (10/1/2026).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya