home global news

Gubernur Pramono Anung Resmikan Groundbreaking Pintu Masuk MRT Stasiun Harmoni

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:07 WIB
Gubernur Pramono Anung Resmikan Groundbreaking Pintu Masuk MRT Stasiun Harmoni

LANGIT7.ID-Jakarta; Pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di jantung ibu kota memasuki babak baru melalui dimulainya pembangunan pintu masuk (entrance) Stasiun MRT Harmoni. Proyek yang diresmikan pada Selasa (20/1) ini diproyeksikan bakal menghidupkan kembali kejayaan kawasan Harmoni sebagai pusat ekonomi dan mobilitas masyarakat yang terintegrasi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan Harmoni menjadi simpul transportasi krusial yang menghubungkan layanan MRT Jakarta dengan bus Transjakarta. Dengan posisi strategis di dekat pusat pemerintahan dan kawasan bisnis, stasiun ini diprediksi menjadi salah satu titik tersibuk, terutama saat jalur MRT fase 2A tersambung sepenuhnya hingga Kota Tua pada 2029 mendatang.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan pentingnya kawasan ini dalam ekosistem transportasi publik masa depan. Ia menyoroti keberadaan kantor-kantor vital seperti Kementerian Sekretariat Negara hingga Kantor Staf Presiden di sekitar lokasi proyek yang akan menjamin optimalisasi penggunaan stasiun.

“Hampir 25 tahun saya cukup mengenal tempat ini. Saya meyakini, jika pada tahun 2029 TOD Harmoni telah selesai, kawasan ini akan menjadi TOD yang sangat strategis. Di sekitar area ini terdapat banyak kantor pemerintahan, seperti Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Sekretariat Kabinet, Kantor Staf Presiden, serta sejumlah kantor di sekitar Istana. Tentu stasiun ini akan dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya di Jakarta, Selasa (20/1/2025).

Secara teknis, Stasiun Harmoni akan dibangun dengan dimensi panjang 252 meter, lebar 18 meter, dan kedalaman mencapai 17 meter. Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, memaparkan bahwa fasilitas ini terdiri dari lantai concourse dan platform. Untuk aksesibilitas, tersedia tujuh entrance yang tersebar di sisi barat, timur, dan bagian tengah yang terhubung langsung dengan halte Transjakarta.

Pramono Anung menambahkan bahwa kehadiran MRT di Harmoni memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan kawasan TOD lain seperti Blok M. Pembangunan ini merupakan bagian dari proyek besar Fase 2A yang ditargetkan beroperasi hingga Monas pada 2027 sebelum nantinya mencapai Kota Tua melalui tujuh stasiun, termasuk Sawah Besar dan Glodok.

“Harmoni nantinya akan memiliki entrance MRT yang sekaligus terkoneksi dengan Transjakarta. MRT fase 2A ditargetkan mencapai Monas dan beroperasi pada 2027. Selanjutnya, jalur akan diperpanjang hingga Kota Tua dengan tujuh stasiun, yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota Tua,” jelasnya.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya