home masjid

Alarm Akhir Zaman: Membaca Isyarat Dua Jari Sang Nabi

Kamis, 29 Januari 2026 - 06:16 WIB
Kiamat tidak dimulai dengan bencana alam yang tiba-tiba, melainkan dimulai dengan turunnya wahyu kepada seorang yatim di Gua Hira. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Dalam bentang sejarah manusia yang panjang, kehadiran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sering kali dipandang semata sebagai puncak peradaban spiritual. Namun, dalam perspektif eskatologi Islam, peristiwa tersebut memiliki makna ganda yang jauh lebih mendalam dan mencekam. Diutusnya sang Nabi bukan sekadar membawa risalah baru, melainkan juga merupakan dentuman pertama dari lonceng kematian dunia.

Penulis ‘Awadh bin ‘Ali bin ‘Abdullah dalam Mukhtashar Asyraathus Saa’ah al-Shughra wa al-Kubra membedah bagaimana eksistensi kenabian terakhir ini menjadi tanda kecil kiamat yang paling awal dan fundamental.

Laporan yang diterbitkan melalui Maktab Dakwah Rabwah ini merujuk pada sebuah momen visual yang sangat ikonik di masa kenabian. Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, terekam sebuah sabda yang mengguncang kesadaran para sahabat:

بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ

Masa diutusnya aku dan hari terjadinya kiamat seperti dua jari ini. Saat mengucapkan itu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam merapatkan jari telunjuk dengan jari tengahnya.

Gerakan tangan ini bukan sekadar pemanis retorika, melainkan sebuah pernyataan metafisika langit bahwa jarak antara risalah terakhir dengan kehancuran total semesta sudah sangat tipis.

Interpretasi ‘Awadh bin ‘Ali menekankan bahwa penyebutan nabi terakhir secara otomatis memposisikan umat manusia di penghujung zaman. Secara teologis, tidak ada lagi nabi setelah Muhammad yang akan membawa syariat baru. Ini berarti panggung dunia telah memasuki babak final.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya