Menko AHY Tegaskan Sinergi Pemerintah-PTN Demi Pembangunan Infrastruktur Fisik yang Baik
Lusi mahgriefie
Selasa, 03 Februari 2026 - 11:59 WIB
Foto: ist
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur fisik bukan hanya soal membangun saja lantas selesai. Melainkan harus memiliki unsur-unsur sebagai berikut.
AHY menjadi salah satu menteri yang menyampaikan orasi ilmiah-nya pada perayaan Dies Natalis ke-76 Universitas Indonesia, Senin (2/2). Melalui tayangan video, Ia menyampaikan gagasan orasi ilmiah yang bertajuk, "Realistic Optimism".
"Pembangunan infrastruktur fisik harus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia," kata AHY.
Ketidakpastian geopolitik yang terjadi saat ini menghadirkan dampak serius terhadap kondisi ekonomi dan sosial di banyak negara termasuk Indonesia. "Biaya logistik, investasi, perdagangan, pertumbuhan melambat, termasuk tekanan inflasi sulit dihindari," tambahnya.
Namun begitu, lanjut AHY, mengingatkan bahwa sejarah memberi pelajaran penting bahwa ketidakpastiaan tidak selalu melahirkan kehancuran tapi justru menghadirkan lompatan. Menurutnya, dari titik inilah kita perlu membangun optimisme.
Baca juga:SBY Kembali Pimpin Majelis Tinggi, AHY Dilantik Ketum Demokrat pada Kongres VI 2025-2030
Putra dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini meyakini bahwa optimisme adalah percaya bahwa tantangan bisa dihadapi, selama kita mau belajar, keluar dari zona nayman, dan berani ambil risko.
AHY menjadi salah satu menteri yang menyampaikan orasi ilmiah-nya pada perayaan Dies Natalis ke-76 Universitas Indonesia, Senin (2/2). Melalui tayangan video, Ia menyampaikan gagasan orasi ilmiah yang bertajuk, "Realistic Optimism".
"Pembangunan infrastruktur fisik harus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia," kata AHY.
Ketidakpastian geopolitik yang terjadi saat ini menghadirkan dampak serius terhadap kondisi ekonomi dan sosial di banyak negara termasuk Indonesia. "Biaya logistik, investasi, perdagangan, pertumbuhan melambat, termasuk tekanan inflasi sulit dihindari," tambahnya.
Namun begitu, lanjut AHY, mengingatkan bahwa sejarah memberi pelajaran penting bahwa ketidakpastiaan tidak selalu melahirkan kehancuran tapi justru menghadirkan lompatan. Menurutnya, dari titik inilah kita perlu membangun optimisme.
Baca juga:SBY Kembali Pimpin Majelis Tinggi, AHY Dilantik Ketum Demokrat pada Kongres VI 2025-2030
Putra dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini meyakini bahwa optimisme adalah percaya bahwa tantangan bisa dihadapi, selama kita mau belajar, keluar dari zona nayman, dan berani ambil risko.