Konsumsi Listrik PLN Tembus 317 TWh Sepanjang 2025, Sektor Ini Jadi Penopang Utama
LANGIT7.ID-Jakarta; Tiga sektor utama yakni rumah tangga, industri, dan bisnis tercatat menjadi penopang utama kenaikan konsumsi listrik Indonesia sepanjang tahun 2025. Pergerakan positif di ketiga lini tersebut memicu total penjualan listrik PT PLN (Persero) menyentuh angka 317,69 terawatt hour (TWh). Realisasi ini menandakan pertumbuhan sebesar 3,75 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di angka 306,22 TWh.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto memaparkan bahwa segmen rumah tangga masih memegang porsi terbesar dalam peta konsumsi nasional, yakni mencapai 41,99 persen. Segmen ini menyerap daya sebesar 133,41 TWh atau tumbuh 3,2 persen (4,09 TWh) dibanding periode sebelumnya.
Menurut Adi, tren kenaikan ini tidak lepas dari pulihnya aktivitas masyarakat dan geliat dunia usaha.
“Pertumbuhan konsumsi listrik sepanjang 2025 ditopang segmen rumah tangga, industri, dan bisnis yang menjadi kontributor terbesar. Hal ini menunjukkan bahwa listrik semakin berperan sebagai enabler utama aktivitas ekonomi dan produktivitas nasional,” jelas Adi dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/2/2026).
Rincian data menunjukkan sektor bisnis mengalami pertumbuhan sebesar 5,4 persen (3,11 TWh) dengan total konsumsi 60,74 TWh. Peningkatan ini didorong oleh permintaan tinggi dari operasional pusat data, pusat perbelanjaan, perdagangan non-otomotif, serta sektor pergudangan dan logistik.
Sementara itu, sektor industri mencatatkan konsumsi sebesar 93,35 TWh, tumbuh 2,5 persen atau setara 2,31 TWh. Kenaikan di sisi industri ini dimotori oleh aktivitas pabrik makanan dan minuman, pengolahan besi baja dan logam, serta barang galian bukan logam.
Sejalan dengan naiknya konsumsi, basis pelanggan PLN juga mengalami perluasan. Hingga Desember 2025, tercatat ada penambahan 3,29 juta pelanggan baru, sehingga total pelanggan kini mencapai 96,2 juta.