Lawan Berganti, Tantangan Tetap Berat: Janice Tjen Hadapi Petenis Eks Top 10 di Qatar Open, Haddad Maia
Sururi al faruq
Senin, 09 Februari 2026 - 14:54 WIB
Lawan Berganti, Tantangan Tetap Berat: Janice Tjen Hadapi Petenis Eks Top 10 di Qatar Open, Haddad Maia
LANGIT7.ID-Doha, Qatar; Perjalanan Janice Tjen di WTA 1000 Qatar Open 2026 mengalami perubahan jalur yang tak terduga. Petenis muda Indonesia itu, yang awalnya dijadwalkan bertemu Sorana Cirstea, kini harus berhadapan dengan petenis Brasil yang berpengalaman, Beatriz Haddad Maia, di babak pertama.
Awalnya, Tjen diproyeksikan mengukur kekuatan melawan ketangguhan fisik Cirstea. Namun, setelah Cirstea mengundurkan diri karena kelelahan usai juara di Transylvania Open, lawan Tjen berubah total profilnya.
Haddad Maia (No. 68 WTA) menghadirkan tantangan yang berbeda. Meski peringkatnya turun dari puncak karirnya di Top 10, petenis 29 tahun ini masih sangat berbahaya. Kekuatannya terletak pada permainan double-handed yang solid di kedua sisi (forehand dan backhand), menghasilkan pukulan datar dan bertenaga.
Analisis Pertemuan: Momentum vs. Pengalaman
· Kelebihan Haddad Maia: Selain groundstroke yang agresif, Maia memiliki pengalaman besar di tekanan turnamen tingkat atas dan kemampuan bermain di lapangan cepat (hard court) Qatar. Prestasinya di sektor ganda (7 gelar WTA) membuktikan intuisi dan touch volley-nya yang baik di net.
· Peluang Tjen: Kedua pemain sama-sama datang dari kegagalan di Abu Dhabi Open pekan lalu, sehingga faktor momentum relatif seimbang. Ini bisa menjadi peluang bagi Tjen untuk memanfaatkan rasa frustrasi Maia. Janice perlu mengandalkan variasi permainan, mungkin dengan banyak menggunakan slice dan high ball ke backhand satu tangan Maia untuk mengganggu ritmenya.
· Faktor Penentu: Konsistensi dan ketahanan mental. Tjen harus siap menghadapi gelombang serangan dan tidak terbawa permainan dengan tempo cepat Maia.
Awalnya, Tjen diproyeksikan mengukur kekuatan melawan ketangguhan fisik Cirstea. Namun, setelah Cirstea mengundurkan diri karena kelelahan usai juara di Transylvania Open, lawan Tjen berubah total profilnya.
Haddad Maia (No. 68 WTA) menghadirkan tantangan yang berbeda. Meski peringkatnya turun dari puncak karirnya di Top 10, petenis 29 tahun ini masih sangat berbahaya. Kekuatannya terletak pada permainan double-handed yang solid di kedua sisi (forehand dan backhand), menghasilkan pukulan datar dan bertenaga.
Analisis Pertemuan: Momentum vs. Pengalaman
· Kelebihan Haddad Maia: Selain groundstroke yang agresif, Maia memiliki pengalaman besar di tekanan turnamen tingkat atas dan kemampuan bermain di lapangan cepat (hard court) Qatar. Prestasinya di sektor ganda (7 gelar WTA) membuktikan intuisi dan touch volley-nya yang baik di net.
· Peluang Tjen: Kedua pemain sama-sama datang dari kegagalan di Abu Dhabi Open pekan lalu, sehingga faktor momentum relatif seimbang. Ini bisa menjadi peluang bagi Tjen untuk memanfaatkan rasa frustrasi Maia. Janice perlu mengandalkan variasi permainan, mungkin dengan banyak menggunakan slice dan high ball ke backhand satu tangan Maia untuk mengganggu ritmenya.
· Faktor Penentu: Konsistensi dan ketahanan mental. Tjen harus siap menghadapi gelombang serangan dan tidak terbawa permainan dengan tempo cepat Maia.