Memadurokan Ali Khamenei: Blunder Fatal yang Bisa Menyeret Dunia ke Jurang Kehancuran
Tim langit 7
Kamis, 12 Februari 2026 - 08:56 WIB
Memadurokan Ali Khamenei: Blunder Fatal yang Bisa Menyeret Dunia ke Jurang Kehancuran
Oleh: Anwar Abbas
LANGIT7.ID-Wacana geopolitik memanas seiring dengan spekulasi mengenai langkah agresif Amerika Serikat terhadap Iran. Namun, ada satu peringatan keras yang harus dipahami oleh Gedung Putih: Jangan pernah menyamakan Iran dengan Venezuela, dan jangan sekali-kali menyamakan Ali Khamenei dengan Nicolas Maduro.
Jika Donald Trump atau pemerintahan Amerika Serikat nekat melakukan manuver terhadap Ali Khamenei—seperti skenario "penculikan" atau tekanan ekstrem yang diterapkan pada Maduro—maka dunia sedang diletakkan di bibir jurang bahaya. Langkah ini bukan sekadar konflik bilateral, melainkan pemantik yang akan menyeret komunitas internasional ke dalam perang panjang yang melelahkan, jauh lebih buruk daripada rawa konflik di Afghanistan.
Ilusi Kemenangan Cepat dan Hantu Afghanistan
Secara matematis militer, di atas kertas, Amerika Serikat mungkin memiliki superioritas teknologi untuk "menekuk" Iran di fase awal invasi atau serangan. Hal ini serupa dengan bagaimana mereka dengan cepat menggulingkan rezim Taliban di Afghanistan pada awal 2000-an. Namun, sejarah mengajarkan bahwa memenangkan pertempuran tidak sama dengan memenangkan perang.
Apa yang terjadi setelah invasi awal di Afghanistan adalah mimpi buruk logistik dan mental bagi pasukan AS. Rakyat Afghanistan bersama Taliban melakukan perlawanan gerilya yang persisten, hingga akhirnya Amerika harus angkat kaki dengan kekalahan strategis.
LANGIT7.ID-Wacana geopolitik memanas seiring dengan spekulasi mengenai langkah agresif Amerika Serikat terhadap Iran. Namun, ada satu peringatan keras yang harus dipahami oleh Gedung Putih: Jangan pernah menyamakan Iran dengan Venezuela, dan jangan sekali-kali menyamakan Ali Khamenei dengan Nicolas Maduro.
Jika Donald Trump atau pemerintahan Amerika Serikat nekat melakukan manuver terhadap Ali Khamenei—seperti skenario "penculikan" atau tekanan ekstrem yang diterapkan pada Maduro—maka dunia sedang diletakkan di bibir jurang bahaya. Langkah ini bukan sekadar konflik bilateral, melainkan pemantik yang akan menyeret komunitas internasional ke dalam perang panjang yang melelahkan, jauh lebih buruk daripada rawa konflik di Afghanistan.
Ilusi Kemenangan Cepat dan Hantu Afghanistan
Secara matematis militer, di atas kertas, Amerika Serikat mungkin memiliki superioritas teknologi untuk "menekuk" Iran di fase awal invasi atau serangan. Hal ini serupa dengan bagaimana mereka dengan cepat menggulingkan rezim Taliban di Afghanistan pada awal 2000-an. Namun, sejarah mengajarkan bahwa memenangkan pertempuran tidak sama dengan memenangkan perang.
Apa yang terjadi setelah invasi awal di Afghanistan adalah mimpi buruk logistik dan mental bagi pasukan AS. Rakyat Afghanistan bersama Taliban melakukan perlawanan gerilya yang persisten, hingga akhirnya Amerika harus angkat kaki dengan kekalahan strategis.