Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 08 Mei 2026
home global news detail berita

Memadurokan Ali Khamenei: Blunder Fatal yang Bisa Menyeret Dunia ke Jurang Kehancuran

tim langit 7 Kamis, 12 Februari 2026 - 08:56 WIB
Memadurokan Ali Khamenei: Blunder Fatal yang Bisa Menyeret Dunia ke Jurang Kehancuran
Oleh: Anwar Abbas

LANGIT7.ID-Wacana geopolitik memanas seiring dengan spekulasi mengenai langkah agresif Amerika Serikat terhadap Iran. Namun, ada satu peringatan keras yang harus dipahami oleh Gedung Putih: Jangan pernah menyamakan Iran dengan Venezuela, dan jangan sekali-kali menyamakan Ali Khamenei dengan Nicolas Maduro.

Jika Donald Trump atau pemerintahan Amerika Serikat nekat melakukan manuver terhadap Ali Khamenei—seperti skenario "penculikan" atau tekanan ekstrem yang diterapkan pada Maduro—maka dunia sedang diletakkan di bibir jurang bahaya. Langkah ini bukan sekadar konflik bilateral, melainkan pemantik yang akan menyeret komunitas internasional ke dalam perang panjang yang melelahkan, jauh lebih buruk daripada rawa konflik di Afghanistan.

Ilusi Kemenangan Cepat dan Hantu Afghanistan

Secara matematis militer, di atas kertas, Amerika Serikat mungkin memiliki superioritas teknologi untuk "menekuk" Iran di fase awal invasi atau serangan. Hal ini serupa dengan bagaimana mereka dengan cepat menggulingkan rezim Taliban di Afghanistan pada awal 2000-an. Namun, sejarah mengajarkan bahwa memenangkan pertempuran tidak sama dengan memenangkan perang.

Apa yang terjadi setelah invasi awal di Afghanistan adalah mimpi buruk logistik dan mental bagi pasukan AS. Rakyat Afghanistan bersama Taliban melakukan perlawanan gerilya yang persisten, hingga akhirnya Amerika harus angkat kaki dengan kekalahan strategis.

Skenario serupa, bahkan lebih intens, akan terjadi di Iran. Rakyat Iran memiliki nasionalisme dan ideologi yang mengakar kuat. Mereka tidak akan tinggal diam melihat kedaulatan pemimpin mereka diinjak-injak. Perlawanan tidak akan berhenti pada konfrontasi militer konvensional, tetapi akan menyebar menjadi perlawanan semesta. Jika ini terjadi, warga negara Amerika Serikat di manapun berada tidak akan lagi merasa aman. Bagi rakyat Iran, membalas tindakan agresif Amerika secara setimpal akan dianggap sebagai tugas suci yang tidak bisa ditawar.

Faktor China: Membangunkan Raksasa Tidur

Kesalahan terbesar dalam kalkulasi menyerang Iran adalah mengabaikan jejaring aliansi strategis yang dimiliki Teheran. Iran bukan negara yang terisolasi; ia memiliki arti vital bagi kekuatan besar lain, khususnya China, baik dari perspektif ekonomi, politik, maupun militer.

Xi Jinping tentu tidak akan membiarkan Amerika Serikat seenaknya mengganggu sekutu utamanya. Logikanya sederhana: ketahanan energi. Ekonomi China sangat bergantung pada kelancaran pasokan minyak. Setelah suplai minyak dari Venezuela terganggu akibat manuver AS terhadap Maduro, China tidak akan menoleransi jika keran minyak dari Iran juga diputus oleh ambisi Trump.

Bagi Beijing, gangguan terhadap Iran adalah gangguan langsung terhadap stabilitas ekonomi dalam negerinya. Jika aliran energi terhenti, dampaknya terhadap industri dan ekonomi China akan sangat parah. Oleh karena itu, menyelamatkan Iran bagi China bukan sekadar solidaritas diplomatik, melainkan pertaruhan hidup dan mati ekonomi nasional mereka. Mengganggu Iran sama artinya dengan menabuh genderang perang terhadap kepentingan nasional China.

Kesimpulan: Risiko yang Tidak Boleh Diambil

Jika Trump tetap nekat "memadurokan" Khamenei, ia sedang menyeret dunia ke dalam situasi yang sangat volatil dan berbahaya. Eskalasi ini tidak hanya akan memicu perang fisik, tetapi juga kehancuran stabilitas ekonomi global yang dampaknya akan dirasakan oleh setiap negara.

Dunia tidak membutuhkan petualangan militer baru yang didasarkan pada arogansi kekuasaan. Stabilitas global dan perdamaian adalah harga mati yang tidak boleh dikorbankan demi ambisi politik sesaat. Amerika harus sadar, Iran adalah benteng yang jika diruntuhkan paksa, akan menimpa dan menghancurkan siapa saja yang berada di sekitarnya. (Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan, serta Wakil Ketua Umum MUI)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 08 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)