Ekonomi Syariah Jadi Senjata Rahasia Kadin Kejar Pertumbuhan 8 Persen
Tim langit 7
Kamis, 12 Februari 2026 - 14:04 WIB
Ekonomi Syariah Jadi Senjata Rahasia Kadin Kejar Pertumbuhan 8 Persen
LANGIT7.ID-Jakarta; Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia resmi menjadikan ekonomi syariah sebagai salah satu mesin utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun 2029. Bukan sekadar wacana, sektor ini dinilai memiliki panggung lengkap: populasi Muslim terbesar, regulasi matang, dan industri halal yang sudah melesat.
“Kadin berharap ekonomi syariah Indonesia tidak hanya tumbuh, tetapi memberikan manfaat nyata dan berkontribusi signifikan terhadap target nasional,” ujar Kepala Badan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Kadin Indonesia, Titi Khoiriah, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Pernyataan itu disampaikan menyusul gelaran Kadin Sharia Economic Outlook 2026 yang mengusung tema “Driving Indonesia’s Halal Industry Competitiveness and Global Export Readiness.” Forum ini menjadi panggung bagi Kadin untuk memetakan arah baru industri halal yang tak lagi hanya berorientasi domestik, tetapi siap ekspor dan bersaing global.
Industri Halal Sudah Berlari, Sektor Lain Harus Segera Menyusul
Jika berbicara bukti, industri halal Indonesia tidak sedang meraba dalam gelap. Sektor makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, hingga fesyen Muslim telah menunjukkan pertumbuhan pesat. Konsumsi domestik yang besar, ditopang UMKM dan kemudahan sertifikasi halal, menjadikan sektor ini sebagai ujung tombak.
Namun, Kepala Kantor Komunikasi Kadin Indonesia, Primus Dorimulu, mengingatkan bahwa potensi besar itu belum sepenuhnya terintegrasi menjadi kekuatan kolektif.
“Modal fundamental kita nyaris sempurna. Tapi kemajuan paling nyata baru terlihat di sektor konsumtif. Ekosistemnya perlu segera diperkuat agar sektor lain seperti keuangan syariah, pariwisata halal, dan energi halal juga ikut berlari,” kata Primus.
“Kadin berharap ekonomi syariah Indonesia tidak hanya tumbuh, tetapi memberikan manfaat nyata dan berkontribusi signifikan terhadap target nasional,” ujar Kepala Badan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Kadin Indonesia, Titi Khoiriah, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Pernyataan itu disampaikan menyusul gelaran Kadin Sharia Economic Outlook 2026 yang mengusung tema “Driving Indonesia’s Halal Industry Competitiveness and Global Export Readiness.” Forum ini menjadi panggung bagi Kadin untuk memetakan arah baru industri halal yang tak lagi hanya berorientasi domestik, tetapi siap ekspor dan bersaing global.
Industri Halal Sudah Berlari, Sektor Lain Harus Segera Menyusul
Jika berbicara bukti, industri halal Indonesia tidak sedang meraba dalam gelap. Sektor makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, hingga fesyen Muslim telah menunjukkan pertumbuhan pesat. Konsumsi domestik yang besar, ditopang UMKM dan kemudahan sertifikasi halal, menjadikan sektor ini sebagai ujung tombak.
Namun, Kepala Kantor Komunikasi Kadin Indonesia, Primus Dorimulu, mengingatkan bahwa potensi besar itu belum sepenuhnya terintegrasi menjadi kekuatan kolektif.
“Modal fundamental kita nyaris sempurna. Tapi kemajuan paling nyata baru terlihat di sektor konsumtif. Ekosistemnya perlu segera diperkuat agar sektor lain seperti keuangan syariah, pariwisata halal, dan energi halal juga ikut berlari,” kata Primus.