Idul Adha 2021, Dompet Dhuafa Kerjasama dengan Peternak Lokal
Mahmuda attar hussein
Rabu, 14 Juli 2021 - 18:40 WIB
Wiraniaga memeriksa stok hewan kurban di Mall Hewan Kurban Haji Doni, Depok, Jawa Barat, Minggu (11/7/2021). Foto: LANGIT7.ID/ ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Ketua Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa, Ahmad Faqih mengatakan pihaknya melakukan kerjasama dengan peternak lokal dalam mengemas program kurban mereka tahun ini.
Hal ini dilakukan demi mengoptimalkan perekonomian peternak juga menyejahterakan masyarakat miskin. Ia mengatakan, beberapa faktor menjadi penyebab terjadinya kesenjangan terkait syiar kurban itu sendiri.
Kesenjangan ini meliputi beberapa hal seperti, masalah daerah surplus dan defisit kurban yang tidak merata. Selain itu, pendistribusian juga hal yang perlu menjadi sorotan bagi setiap pihak terkait.
Ia mengatakan, kerjasama dengan peternak lokal di daerah dengan kantong kemiskinan terbesar ini akan memotong harga operasional. Sehingga berkurban melalui filantropi Islam akan memberikan harga yang lebih murah dibandingkan dengan penjual hewan kurban pada umumnya.
“Lokasi peternak juga tidak jauh dari tempat pengadaan pendistribusian. Jadi daging yang hanya mampu bertahan empat jam bisa sampai ke mustahik dan tetap terjaga kesegaran dagingnya. Sehingga diharapkan bisa lebih efisien dan efektif,” jelas dia.
Menurutnya, perlu dilakukan edukasi dan sosialisasi terkait pengelolaan kurban untuk meminimalisasi konflik dalam pendistribusian kurban. Saat ini, pertumbuhan medial class muslim tidak dibarengi dengan filantropi Islam.
“Dari sekian banyak orang mampu, belum semuanya bisa berkurban. Masing-masing punya alasan sendiri, di sini peran kita memberikan edukasi terkait kepedulian masyarakat,” katanya.
Hal ini dilakukan demi mengoptimalkan perekonomian peternak juga menyejahterakan masyarakat miskin. Ia mengatakan, beberapa faktor menjadi penyebab terjadinya kesenjangan terkait syiar kurban itu sendiri.
Kesenjangan ini meliputi beberapa hal seperti, masalah daerah surplus dan defisit kurban yang tidak merata. Selain itu, pendistribusian juga hal yang perlu menjadi sorotan bagi setiap pihak terkait.
Ia mengatakan, kerjasama dengan peternak lokal di daerah dengan kantong kemiskinan terbesar ini akan memotong harga operasional. Sehingga berkurban melalui filantropi Islam akan memberikan harga yang lebih murah dibandingkan dengan penjual hewan kurban pada umumnya.
“Lokasi peternak juga tidak jauh dari tempat pengadaan pendistribusian. Jadi daging yang hanya mampu bertahan empat jam bisa sampai ke mustahik dan tetap terjaga kesegaran dagingnya. Sehingga diharapkan bisa lebih efisien dan efektif,” jelas dia.
Menurutnya, perlu dilakukan edukasi dan sosialisasi terkait pengelolaan kurban untuk meminimalisasi konflik dalam pendistribusian kurban. Saat ini, pertumbuhan medial class muslim tidak dibarengi dengan filantropi Islam.
“Dari sekian banyak orang mampu, belum semuanya bisa berkurban. Masing-masing punya alasan sendiri, di sini peran kita memberikan edukasi terkait kepedulian masyarakat,” katanya.