Tradisi Ramadhan di Turki: Meriam Ramadhan, Sahur dengan Musik & Festival Malam
Lusi mahgriefie
Jum'at, 20 Februari 2026 - 07:05 WIB
Iftar Sofrasi adalah salah satu tradisi Ramadhan di Turki. Foto: ist
Turki menawarkan pengalaman Ramadhan yang unik, memadukan yang terbaik dari Asia dan Eropa. Setidaknya ada sembilan tradisi unik warga muslim di Turki yang dijalani selama bulan Ramadhan, dan hampir semuanya berisi perayaan.
Salah satu yang cukup terkenal yaitu "Iftar Sofrası", sebuah pesta komunal besar yang mengubah kegiatan berbuka puasa menjadi perayaan kebersamaan dan kekayaan budaya.
Bayangkan saat hari mulai senja dan azan berkumandang, jalanan dan taman di Turki berubah menjadi ruang makan yang meriah di bawah langit terbuka. Keluarga dan teman, dan terkadang bahkan orang asing, berkumpul, menggelar taplak meja makan yang indah yang segera menjadi kanvas kenikmatan kuliner.
"Iftar Sofrası" lebih dari sekadar pesta untuk perut; ini adalah makanan untuk jiwa. Dimulai dengan cara yang paling sederhana dan penuh renungan, dengan beberapa tegukan air dan segenggam kurma, sebagai penghormatan kepada tradisi yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad Saw.
Kegiatan ini dipercaya mampu memperdalam ikatan komunal dan spiritual di antara mereka yang berkumpul. Setiap hidangan yang ada menceritakan seakan memiliki kisahnya sendiri tentang warisan Turki, dan semangat Ramadhan tentang kemurahan hati dan persatuan.
Tak hanya "Iftar Sofrası", Turki punya tradisi lainnya selama Ramadhan, yaitu:
1. Meriam Ramadhan (Ramazan Topu)
Salah satu yang cukup terkenal yaitu "Iftar Sofrası", sebuah pesta komunal besar yang mengubah kegiatan berbuka puasa menjadi perayaan kebersamaan dan kekayaan budaya.
Bayangkan saat hari mulai senja dan azan berkumandang, jalanan dan taman di Turki berubah menjadi ruang makan yang meriah di bawah langit terbuka. Keluarga dan teman, dan terkadang bahkan orang asing, berkumpul, menggelar taplak meja makan yang indah yang segera menjadi kanvas kenikmatan kuliner.
"Iftar Sofrası" lebih dari sekadar pesta untuk perut; ini adalah makanan untuk jiwa. Dimulai dengan cara yang paling sederhana dan penuh renungan, dengan beberapa tegukan air dan segenggam kurma, sebagai penghormatan kepada tradisi yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad Saw.
Kegiatan ini dipercaya mampu memperdalam ikatan komunal dan spiritual di antara mereka yang berkumpul. Setiap hidangan yang ada menceritakan seakan memiliki kisahnya sendiri tentang warisan Turki, dan semangat Ramadhan tentang kemurahan hati dan persatuan.
Tak hanya "Iftar Sofrası", Turki punya tradisi lainnya selama Ramadhan, yaitu:
1. Meriam Ramadhan (Ramazan Topu)