LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Turki menawarkan pengalaman
Ramadhan yang unik, memadukan yang terbaik dari Asia dan Eropa. Setidaknya ada sembilan tradisi unik warga muslim di Turki yang dijalani selama bulan Ramadhan, dan hampir semuanya berisi perayaan.
Salah satu yang cukup terkenal yaitu "Iftar Sofrası", sebuah pesta komunal besar yang mengubah kegiatan berbuka puasa menjadi perayaan kebersamaan dan kekayaan budaya.
Bayangkan saat hari mulai senja dan azan berkumandang, jalanan dan taman di Turki berubah menjadi ruang makan yang meriah di bawah langit terbuka. Keluarga dan teman, dan terkadang bahkan orang asing, berkumpul, menggelar taplak meja makan yang indah yang segera menjadi kanvas kenikmatan kuliner.
"Iftar Sofrası" lebih dari sekadar pesta untuk perut; ini adalah makanan untuk jiwa. Dimulai dengan cara yang paling sederhana dan penuh renungan, dengan beberapa tegukan air dan segenggam kurma, sebagai penghormatan kepada tradisi yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad Saw.
Kegiatan ini dipercaya mampu memperdalam ikatan komunal dan spiritual di antara mereka yang berkumpul. Setiap hidangan yang ada menceritakan seakan memiliki kisahnya sendiri tentang warisan Turki, dan semangat Ramadhan tentang kemurahan hati dan persatuan.
Tak hanya "Iftar Sofrası", Turki punya tradisi lainnya selama Ramadhan, yaitu:
1. Meriam Ramadhan (Ramazan Topu)Tradisi menembakkan meriam ini sudah ada sejak zaman Kesultanan Utsmaniyah di Turki. Meriam Ramadan atau Ramazan Topu menjadi tanda waktu buka telah tiba. Pada era Kesultanan Utsmaniyah buka puasa akan ditandai dengan tembakan meriam agar orang-orang mendengar bahwa waktu buka telah tiba.
Saat ini, tradisi Ramazan Topu di Turki masih dilaksanakan. Suara meriam biasanya diikuti oleh suara Adzan yang dikumandangkan. Namun saat ini tidak semua wilayah melaksanakan tradisi itu lagi, dengan alasan mengganggu kenyamanan.
2. Sahur dengan Musik dari DavulcuSerupa di Indonesia, saat sahur tiba akan ada kelompok pemuda yang berkeliling untuk membangunkan warga dengan alat musik atau kentongan yang memiliki suara keras. Nah, di Turki terdapat tradisi sahur dengan musik dari Davulcu. Sekelompok orang yang sudah bertugas yang disebut Davuluc akan berkeliling dengan membawa alat musik seperti drum dan bedug.
Selain memainkan drum, Davulcu juga akan menyanyikan beberapa lagu daerah hingga membaca doa dan mengumumkan saat tibanya waktu imsak.
Asal mula tradisi Turki ini dari zaman Ottoman karena pada saat itu pengeras suara ataupun jam alarm belum ada sehingga Davulcu dibentuk agar tidak ada warga yang ketiduran dan melewatkan sahur.
Baca juga: Bagaimana Tradisi Muslim di Tiongkok Menyambut Ramadhan?3. Hidangan Khas RamadhanHidangan bulan Ramadhan khas Turki yaitu gullac, serbet, hingga ramazan pidesi.
- Gullac merupakan makanan manis tradisional Turki yang menjadi makanan penutup. Berbahan tepung beras lalu dilapisi kenari dan direndam sirup serta susu hangat. Biasanya bagian atas akan dihiasi biji delima, stroberi, atau ceri. Sejak era Ottoman makanan ini menjadi santapan favorit saat berbuka puasa.
- Ramazan Pidesi atau roti khas Turki hanya muncul saat bulan Ramadhan. Berbentuk bulat serta pipih, pada bagian tengahnya lebih tebal cukup untuk membuat kenyang dengan rasa yang empuk dan lezat. Ramazan Pidesi terbuat dari tepung terigu yang dicampur air, susu, ragi, gula, garam, butter atau minyak zaitun dengan isian daging atau keju. Pembuatannya pun dilakukan secara tradisional dalam oven batu sehingga rasanya khas dan unik.
- Turkish Sherbet atau Serbet, minuman khas Turki saat Ramadhan yaitu serbet atau Ottoman sherbet. Minuman serbet ini menjadi penyegar sekaligus penghilang dahaga setelah berpuasa seharian.
4. Tarawih di Masjid BersejarahDi malam pertama Ramadan, orang-orang Turki berbondong-bondong melaksanakan Tarawih di Masjid Hagia Sophia yang memiliki sejarah panjang bagi umat muslim di Turki.
Masjid Hagia Sophia menjadi bukti peradaban Islam pasca perang salib dengan rentetan peristiwa sejarah sejak tahun 360 Masehi. Di masjid ini sempat terjadi larangan beribadah bahkan bangunannya pernah menjadi gereja kemudian digunakan sebagai museum, hingga pada pemerintahan Erdogan kembali menjadi Masjid Hagia Sophia.
5. Pembagian Paket AmalKepedulian sosial saat Ramadan tiba di Turki begitu tinggi, para pemerintah dan organisasi amal akan melakukan secara rutin pembagian paket Ramadan atau pembagian zakat. Paket amal ini biasanya berisi bahan makanan pokok mulai dari beras, gula, minyak, serta makanan khas Ramadhan.
Baca juga: 10 Negara Ini Punya Tradisi Sendiri Merayakan Ramadhan, dari Asia Hingga Eropa6. Festival Malam RamadhanSelama bulan Ramadhan setiap malam kota-kota Turki seperti Istanbul akan dihias dengan berbagai macam hiasan lampu. Malam-malam di kota Turki selama Ramadhan akan terasa hidup. Mulai dari ruang publik, masjid, hingga pasar akan dihiasi dengan cahaya lampu yang membentuk kalimat-kalimat mutiara yang indah dan cantik.
Selain itu, ada juga pasar malam dan diadakannya acara budaya dan keagamaan yang berlangsung selama bulan Ramadhan.
7. Malam Lailatul Qadar di MasjidMalam Lailatul Qadar yang jatuh pada malam ke-27 Ramadan juga sangat dinanti di Turki. Orang-orang Turki biasanya merayakan Lailatul Qadar dengan beribadah khusus, melakukan i'tikaf di masjid-masjid besar salah satunya Masjid Hagia Sophia dan Masjid Biru.
8. Persiapan Bayram (Idul Fitri)Tak hanya ada di awal merayakan akhir Ramadhan, warga Turki juga merayakan Ramazan Bayrami atau Idul Fitri. Orang-orang Turki akan berkunjung ke makam keluarga sebagai bentuk mendoakan leluhur. Lalu anak-anak akan berkeliling ke rumah-rumah meminta permen dan coklat.
Di akhir makan bersama keluarga besar dengan menu khas hari raya Idul Fitri. Mulai dari baklava, borek, hingga daging panggang.
Demikian kesembilan tradisi Ramadhan di Turki. Selain menjadi hiburan bagi warga setempat maupun wisatawan yang berkunjung ke Turki, kegiatan ini juga bisa menjadi aksi melestarikan budaya.
(lsi)