Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 10 Februari 2026
home global news detail berita

10 Negara Ini Punya Tradisi Sendiri Merayakan Ramadhan, dari Asia Hingga Eropa

lusi mahgriefie Jum'at, 06 Februari 2026 - 09:45 WIB
10 Negara Ini Punya Tradisi Sendiri Merayakan Ramadhan, dari Asia Hingga Eropa
Iftar Sofras?, tradisi merayakan Ramadhan di Turki. Foto: ist
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Bulan Ramadhan menjadi bulan yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Persiapan demi persiapan dilakukan demi menyambut kedatangan bulan suci. Tentunya beda negara, berbeda pula caranya karena masing-masing punya tradisi. Yuk simak tradisi 10 negara ini dalam menyambut dan merayakan Ramadhan.

Di Indonesia sendiri ada begitu banyak tradisi merayakan Ramadhan, sebab tiap provinsi bahkan daerah punya kegiatan sendiri-sendiri.

Berikut ini, sepuluh negara dengan tradisi-nya masing-masing:

1. Malaysia

Mirip dengan Indonesia, di Malaysia kegiatan yang biasa dilakukan jelang dan selama Ramadhan adalah bazar Ramadhan atau kalau di Indonesia dikenal dengan "Pasar Takjil".

Tersebar di berbagai wilayah, biasanya bazar ini dipenuhi aneka makanan dan minuman yang menjadi khas di bulan suci. Pengunjung biasanya datang membeli makanan dan minuman pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa.

2. Brunei Darussalam

Ramadan di Brunei Darussalam selalu disambut dengan tembakan 12 meriam, menandai dimulainya bulan suci ini.

Selain itu, salah satu tradisi yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Brunei Darussalam adalah pembagian kurma oleh Sultan. Sultan memesan kurma khusus dari Arab Saudi, yang kemudian dikemas ulang dalam paket 1 kg dan diberi label "Kurma Kurnia Sultan" (Kurma Hadiah Sultan).

Pembagian kurma ini memastikan setiap penduduk Brunei Darussalam dapat menikmati kurma sebagai bagian dari hidangan buka puasa mereka.

Kebiasaan unik lainnya, yang agak mirip dengan iftar berjamaah, adalah tradisi Brunei untuk berbuka puasa bersama di restoran. Mereka menyebutnya sebagai 'sungkai'.

3. Tiongkok

Komunitas Muslim terbesar di Tiongkok adalah Muslim Hui, yaitu kelompok etnis Tionghoa yang menganut agama Islam.

Di beberapa wilayah, terutama di daerah Xinjiang yang didominasi Uighur, terdapat tradisi kuliner unik selama bulan Ramadan. Hidangan khas seperti polo (nasi berbumbu dengan daging dan sayuran), samsa (kue isi daging), dan laghman (mi berbumbu dengan daging dan sayuran) menjadi menu populer saat berbuka puasa.

Namun, Ramadan di Tiongkok bukan hanya tentang menikmati makanan lezat. Umat Muslim Hui mengadakan festival dan acara khusus yang benar-benar menyatukan komunitas. Bayangkan malam-malam yang dipenuhi dengan lantunan Al-Quran, ceramah agama, pertunjukan budaya, dan tentu saja, banyak berbagi makanan dengan teman dan keluarga!

Secara keseluruhan, tradisi Ramadan di Tiongkok mencerminkan keragaman budaya, toleransi beragama, dan semangat persaudaraan di antara umat Muslim di negara tersebut.

Baca juga: 10 Tradisi Unik Menyambut Ramadhan dari Berbagai Daerah di Indonesia

4. Mesir

Saat Ramadan tiba, masyarakat Mesir menyalakan Fanous, lentera indah yang melambangkan persatuan dan kegembiraan. Meskipun kebiasaan ini terutama bersifat budaya dan bukan keagamaan, namun telah sangat terkait dengan bulan suci Ramadhan dan memiliki makna spiritual.

Meskipun ada beberapa versi tentang asal usul Fanous, salah satu kisah populer berasal dari suatu malam pada masa Dinasti Fatimiyah, ketika rakyat Mesir menyambut Khalifah Al-Muizz li-Dn Allah saat beliau tiba di Kairo pada hari pertama Ramadhan.

Para perwira militer memerintahkan penduduk desa untuk memegang lilin di jalan-jalan yang gelap, membungkusnya dalam bingkai kayu agar tidak padam, untuk memberikan penerangan bagi pintu masuk Imam.

Struktur kayu ini berkembang menjadi lentera bermotif seiring waktu, dan saat ini dipajang di seluruh negeri, menyebarkan cahaya selama bulan suci Ramadan!

10 Negara Ini Punya Tradisi Sendiri Merayakan Ramadhan, dari Asia Hingga Eropa(Fanous, tradisi Ramadhan di Mesir. Foto: ist)

5. Maroko

Di jantung Maroko, Ramadan membawa tradisi yang menenangkan seperti hidangan rumahan. Hidangan utama yang menjadi kebanggaan yaitu "Harira", menu sup yang bukan sekadar makanan, tetapi juga dianggap sebagai pelukan hangat bagi jiwa selama bulan suci ini.

Menikmati semangkuk Harira, Anda akan menemukan kekayaan rasa yang luar biasa. Kuahnya terasa segar dengan rasa tomat, rasa gurih lentil dan buncis, serta sedikit rasa tajam bawang. Meskipun secara tradisional Harira mendapatkan kekayaan rasanya dari daging domba atau sapi, ada tempat untuk semua orang di meja makan dengan versi vegetarian yang juga sedang popular.

Tak hanya Harira yang menjadikan Ramadhan di Maroko istimewa, saat matahari terbenam, pasar malam menjadi hidup, berubah menjadi karnaval rasa, aroma, dan pemandangan. Pasar-pasar ini merupakan pesta bagi indra, menawarkan segalanya mulai dari makanan yang menggugah selera hingga barang-barang unik.

Baca juga: Simak 9 Persiapan Fisik Jelang Ramadhan Ini, Agar Puasa Lancar Tanpa Gangguan Kesehatan

6. Aljazair

Aljazair punya tradisi "Chorba" yaitu hidangan sup yang mirip dengan Harira, sangat populer selama bulan Ramadan.

Chorba Aljazair, khususnya, memiliki cita rasa yang menyenangkan, di mana mi atau nasi biasa digantikan oleh gandum istimewa. Ini mengingatkan rasa nostalgia pedesaan ditambah rasa kacang yang unik khas Aljazair.

Namun kisah Chorba meluas melampaui perbatasan Aljazair, dengan setiap negara menambahkan sentuhan lokalnya sendiri. Di Tunisia, misalnya, Chorba Hamra menghadirkan sensasi pedas dengan dasar harissa yang pedas, sering diperkaya dengan hasil laut segar, seperti udang yang lembut atau ikan yang berserat, menawarkan kontras yang tajam dengan versi Aljazair.

Chorba, dalam segala variasinya, bukan hanya sekadar hidangan tetapi juga perayaan keragaman kuliner Afrika Utara, sambutan hangat selama bulan suci Ramadhan yang mampu menyatukan orang-orang dalam jalinan tradisi dan cita rasa penuh sukacita.

10 Negara Ini Punya Tradisi Sendiri Merayakan Ramadhan, dari Asia Hingga Eropa (Chorba. Foto: ist)

7. Turki

Turki menawarkan pengalaman Ramadhan unik yang memadukan yang terbaik dari Asia dan Eropa. Inti dari perpaduan ini adalah tradisi yang sangat dihargai yaitu "Iftar Sofrası", kegiatan makan bersama di bawah langit terbuka.

Dilakukan bersama keluarga dan teman, dan terkadang bahkan orang asing, berkumpul, menggelar taplak meja makan yang indah yang segera menjadi kanvas kenikmatan kuliner.

"Iftar Sofrası" lebih dari sekadar pesta untuk perut; ini adalah makanan untuk jiwa. Tindakan sederhana ini, yang diliputi rasa syukur dan kesadaran, membuka jalan bagi salat Maghrib, memperdalam ikatan komunal dan spiritual di antara mereka yang berkumpul.

8. Inggris

Di Inggris terdapat tradisi yang disebut "Ramadhan Tent Project", di mana komunitas Muslim dan non-Muslim berkumpul untuk berbuka puasa di tenda-tenda yang didirikan oleh organisasi sukarelawan di berbagai kota.

Kegiatan tersebut merupakan inisiatif yang bertujuan menyediakan tempat berbuka puasa bagi mereka yang membutuhkan selama bulan Ramadan.

Tujuan utamanya, membantu kaum kurang mampu atau mereka yang tidak mampu berbuka puasa dengan pelayanan yang layak dan bermartabat. Proyek ini juga bertujuan untuk mempromosikan semangat kebersamaan, solidaritas, dan kebaikan sosial selama Ramadhan.

10 Negara Ini Punya Tradisi Sendiri Merayakan Ramadhan, dari Asia Hingga Eropa(Ramadhan Tent Project. Foto: ramadantentproject)

9. Amerika Serikat

Di seluruh kota-kota yang ramai di Amerika Serikat, dari jalanan New York City yang semarak hingga sudut-sudut berangin Chicago dan jalan-jalan cerah Los Angeles, sebuah tradisi yang menghangatkan hati yang dikenal sebagai "Iftar in the Streets" atau "Iftar di Jalanan" yang berlangsung selama Ramadhan.

Perayaan unik ini menyatukan komunitas Muslim dan non-Muslim, menciptakan mozaik pertukaran budaya dan saling pengertian di bawah langit terbuka.

Kegiatan tersebut lebih dari sekadar makan melainkan undangan terbuka untuk merasakan kehangatan dan inklusivitas Ramadan. Meja-meja yang dipenuhi kurma, air, dan berbagai hidangan menjadi jembatan persahabatan dan pembelajaran, menawarkan cita rasa kekayaan budaya yang mendefinisikan dunia kita.

Melalui tindakan sederhana memecah roti bersama, hambatan-hambatan lenyap, menumbuhkan rasa kebersamaan dan kemanusiaan yang tetap terasa lama setelah suapan terakhir.

10. Kanada

Di Kanada, ada tradisi yang disebut "Open Iftar" tepatnya di kota-kota besar seperti Toronto dan Vancouver. Acara ini mirip dengan "Iftar in the Streets" di Amerika Serikat, di mana komunitas Muslim dan non-Muslim berkumpul untuk berbuka puasa dan memperkuat ikatan antar komunitas.

Sudah umum bagi anggota komunitas Muslim untuk berbagi camilan dan paket makanan satu sama lain. Sementara itu, di masjid tertua di Kanada, orang-orang berkumpul sebagai sukarelawan untuk mendistribusikan makanan dan pakaian gratis kepada mereka yang membutuhkan. Kegiatan ini dilakukan sepanjang bulan Ramadhan.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 10 Februari 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
12:10
Ashar
15:26
Maghrib
18:20
Isya
19:31
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan