Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 10 Februari 2026
home global news detail berita

10 Tradisi Unik Menyambut Ramadhan dari Berbagai Daerah di Indonesia

lusi mahgriefie Selasa, 03 Februari 2026 - 15:24 WIB
10 Tradisi Unik Menyambut Ramadhan dari Berbagai Daerah di Indonesia
Balimau yaitu mandi dengan limau (jeruk nipis) merupakan tradisi masyarakat minang di Kota Padang, Sumatera Barat. Foto: ist
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Tak terasa bulan Ramadhan akan segera tiba. Segala persiapan pun dilakukan dalam menyambut Ramadhan, termasuk menggelar acara yang telah menjadi tradisi masyarakat Indonesia, khususnya umat Muslim.

Indonesia dengan beragam suku dan budaya tentunya memiliki keragaman tradisi dalam menyambut Ramadhan. Berbeda daerah, maka berbeda pula cara dan kegiatan yang akan dilakukan.

1. Jawa Barat: Munggahan

Tradisi ini rasanya sudah sering didengar ya. Munggahan merupakan tradisi dari Jawa Barat. Dilakukan sebelum memasuki Ramadhan, dengan berkumpul bersama keluarga dan kerabat untuk makan bersama, berdoa, serta saling bermaafan.
Tujuannya adalah mempererat silaturahmi dan mempersiapkan diri secara spiritual sebelum menjalankan ibadah puasa.

2. Jakarta: Nyorog

Masyarakat Betawi di Jakarta punya tradisi menyambut Ramadhan dengan sebutan "Nyorog". Tradisi ini melibatkan pemberian bingkisan berupa bahan makanan seperti daging kerbau, ikan bandeng, atau sembako kepada anggota keluarga yang lebih tua atau kerabat dekat.

Nyorog bertujuan untuk mengingatkan akan datangnya bulan suci sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan.

3. Yogyakarta: Padusan

Padusan berasal dari kata "adus" yang berarti mandi. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta dengan mandi atau berendam di sumber mata air, sumur, atau pemandian umum.

Tujuannya adalah membersihkan diri secara fisik dan spiritual sebagai persiapan menyambut Ramadhan.

Baca juga: Ramadhan Lights yang Ikonik Bakal Menghias Langit London Mulai 18 Februari 2026

4. Kudus: Dandangan

Tradisi Dandangan dilakukan masyarakat di Kudus, Jawa Tengah saat menjelang Ramadhan. masyarakat Kudus mengadakan tradisi "Dandangan". Tradisi ini ditandai dengan pasar malam yang meriah, di mana berbagai barang dagangan, hiburan, dan kuliner khas ditawarkan. Dandangan bermula dari kebiasaan berkumpulnya masyarakat untuk mendengarkan pengumuman awal puasa dari Sunan Kudus pada masa lalu.

5. Aceh: Meugang

Tradisi "Meugang" dilaksanakan masyarakat Aceh sehari sebelum Ramadhan.

Biasanya masyarakat akan membeli daging sapi atau kerbau untuk dimasak dan dinikmati bersama keluarga, tetangga, serta kaum dhuafa. Tradisi ini telah ada sejak masa Kesultanan Aceh dan menjadi simbol rasa syukur serta kebersamaan menjelang bulan puasa.

6. Sumatra Barat: Balimau

Masyarakat Minangkabau di Sumatra Barat menyambut Ramadan dengan tradisi "Balimau", yaitu mandi menggunakan air yang dicampur dengan jeruk nipis atau limau.

Bukan tanpa makna, tapi tradisi ini melambangkan penyucian diri, baik secara lahir maupun batin, sebelum memasuki bulan suci. Biasanya, Balimau dilakukan di sungai atau pemandian umum dengan suasana penuh kebersamaan.

7. Sumatra Utara: Marpangir

Beberapa daerah di Sumatra Utara memiliki tradisi khusus dalam menyambut Ramadan yang disebut "Marpangi". Yaitu mandi secara tradisional dengan menggunakan dedaunan dan rempah-rempah sebagai wewangian, seperti daun pandan, serai, bunga mawar, kenanga, jeruk purut, daun limau, akar wangi, dan bunga pinang.

Marpangir dilakukan sebagai simbol pembersihan diri, baik secara fisik maupun spiritual, sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Baca juga: Perkiraan Libur Sekolah Awal Ramadhan di Wilayah Jakarta dan Provinsi Lainnya

8. Bali: Megibung

Umat Muslim di Bali menyambut Ramadhan dengan tradisi "Megibung". Yaitu memasak dan makan bersama dalam satu wadah besar yang disebut "gibungan".

Tradisi ini mencerminkan kebersamaan dan egalitarianisme, di mana semua peserta duduk melingkar dan menikmati hidangan tanpa memandang status sosial.

9. Sulawesi Barat: Mattunu Solong

Mattunu Solong adalah tradisi masyarakat Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dalam menyambut Ramadhan dengan menyalakan pelita dari buah kemiri dan kapuk yang dililit pada bambu.

Pelita ini ditempel di berbagai sudut rumah, seperti pagar, halaman, dan pintu masuk. Mereka percaya bahwa tradisi ini membawa berkah serta menjadi doa untuk kesehatan dan umur panjang agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar.

10. Riau: Pacu Jalur

Belakangan Pacu Jalur menjadi terkenal hingga ke taraf internasional. Siapa sangka ternyata awalnya Pacu Jalur merupakan tradisi masyarakat Riau dalam menyambut Ramadhan.

Pacu Jalur adalah perlombaan dayung menggunakan perahu sepanjang 40 meter yang dihiasi dan diawaki 40 hingga 60 pendayung.

Meski awal dikenal untuk menyambut Ramadhan dan hari besar Islam, namun kini Pacu Jalur juga diselenggarakan dalam peringatan Hari Kemerdekaan RI. Tradisi ini tidak hanya mencerminkan sportivitas, tetapi juga mempererat kebersamaan warga.

Senang dan bangga bahwa bangsa Indonesia memiliki keragaman budaya, dimana setiap kegiatan pada dasarnya memiliki nilai luhur yaitu kebersamaan. Tak hanya itu, masyarakat juga bis melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 10 Februari 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
12:10
Ashar
15:26
Maghrib
18:20
Isya
19:31
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan