Fikih Wanita
Alasan Mengapa Wanita Haid Wajib Mengqadha Puasa Tapi Tidak dengan Shalat
Lusi mahgriefie
Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:51 WIB
Ilustrasi: ist
Wanita yang sedang haid dalam hukum fikih, tidak diperbolehkan melakukan ibadah seperti ibadah shalat dan puasa Ramadhan karena adanya suatu penghalang yakni haid itu sendiri. Namun mereka wajib melunasi hutang puasanya (qadha) tapi tidak dengan shalat yang dia tinggalkan?
Tentu hal ini menimbulkan pertanyaan, mengenai dasar dan alasan apa sehingga antara masalah shalat dan puasa yang ditinggal oleh wanita haid berbeda dalam masalah qadha', padahal sebabnya sama yakni haid.
Ternyata berdasar hadits yang disebutkan dalam Kitab Sahih Muslim juz I halaman 150, hadits nomor 787, yaitu:
"Dan telah menceritakan kepada kami 'Abd ibn Humaid, telah mengabarkan kepada kami, 'Abdurrazzaq, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari 'Ashim dari Mu'adzah dia berkata: Saya bertanya kepada 'Aisyah seraya berkata:
'Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha' puasa dan tidak mengqadha' shalat?'
Maka Aisyah menjawab: 'Apakah kamu dari golongan Haruriyah ? 'Aku menjawab: "Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya." Dia menjawab:
"Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha shalat."
Tentu hal ini menimbulkan pertanyaan, mengenai dasar dan alasan apa sehingga antara masalah shalat dan puasa yang ditinggal oleh wanita haid berbeda dalam masalah qadha', padahal sebabnya sama yakni haid.
Ternyata berdasar hadits yang disebutkan dalam Kitab Sahih Muslim juz I halaman 150, hadits nomor 787, yaitu:
"Dan telah menceritakan kepada kami 'Abd ibn Humaid, telah mengabarkan kepada kami, 'Abdurrazzaq, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari 'Ashim dari Mu'adzah dia berkata: Saya bertanya kepada 'Aisyah seraya berkata:
'Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha' puasa dan tidak mengqadha' shalat?'
Maka Aisyah menjawab: 'Apakah kamu dari golongan Haruriyah ? 'Aku menjawab: "Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya." Dia menjawab:
"Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha shalat."