Masuk Radar Al Jazeera, Masjid Jogokariyan Jadi Simbol Kedermawanan Muslim Indonesia
Esti setiyowati
Jum'at, 27 Februari 2026 - 16:10 WIB
Masuk Radar Al Jazeera, Masjid Jogokariyan Jadi Simbol Kedermawanan Muslim Indonesia. Foto: Pemkot Yogyakarta.
Media internasional, Al Jazeera menyoroti aksi Masjid Jogokariyan di Yogyakarta yang mendistribusikan 3.800 makanan gratis untuk berbuka puasa bagi masyarakat umum setiap harinya.
Menurut Al Jazeera, program penyediaan takjil Masjid Jogokariyan memiliki konsep yang unik, di mana makanan yang disajikan tidak terbatas hanya bagi mereka yang membutuhkan.
Baca juga: Masjid Jogokariyan Bina Jemaah Jadi Muzakki, Dana Ziswaf Capai Miliaran
Salah satu pengunjung, Najwa Pramugari, mengungkapkan kekagumannya terhadap kualitas hidangan yang disajikan.
"Saya berharap mereka bisa terus meningkatkan stok makanannya. Kami benar-benar bersemangat di sini, dan semua makanannya terasa sangat enak," ujarnya, seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (27/2/2026).
Al Jazeera memuji program besar yang sepenuhnya dilakukan dengan semangat gotong royong. Proses memasak dilakukan secara mandiri oleh para relawan di rumah masing-masing sebelum dibawa ke masjid.
Tak hanya memasak, anggota komunitas lainnya juga bahu-membahu membantu proses distribusi hingga mencuci ribuan piring setiap malam setelah acara usai.
Menurut Al Jazeera, program penyediaan takjil Masjid Jogokariyan memiliki konsep yang unik, di mana makanan yang disajikan tidak terbatas hanya bagi mereka yang membutuhkan.
Baca juga: Masjid Jogokariyan Bina Jemaah Jadi Muzakki, Dana Ziswaf Capai Miliaran
Salah satu pengunjung, Najwa Pramugari, mengungkapkan kekagumannya terhadap kualitas hidangan yang disajikan.
"Saya berharap mereka bisa terus meningkatkan stok makanannya. Kami benar-benar bersemangat di sini, dan semua makanannya terasa sangat enak," ujarnya, seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (27/2/2026).
Al Jazeera memuji program besar yang sepenuhnya dilakukan dengan semangat gotong royong. Proses memasak dilakukan secara mandiri oleh para relawan di rumah masing-masing sebelum dibawa ke masjid.
Tak hanya memasak, anggota komunitas lainnya juga bahu-membahu membantu proses distribusi hingga mencuci ribuan piring setiap malam setelah acara usai.