home masjid

Tafsir Ad-Dukhaan: Lailatul Qadar Adalah Malam Penentuan Takdir dan Rezeki Tahunan

Kamis, 05 Maret 2026 - 04:00 WIB
Jika Lailatul Qadar adalah waktu di mana rencana kerja tahunan semesta dirinci, maka keberadaan seorang hamba dalam kondisi sujud dan berdoa pada saat tersebut menjadi sangat strategis. (AI)
LANGIT7.ID- Dalam konstelasi waktu yang berputar sepanjang tahun, ada satu titik nadir yang menjadi perhatian pusat bagi seluruh penghuni langit dan bumi. Lailatul Qadar, sebuah terminologi yang merujuk pada malam kemuliaan, dipandang oleh para ulama sebagai puncak dari segala keberkahan temporal. Ia bukan sekadar malam untuk meratapi dosa, melainkan sebuah momentum administratif ketuhanan yang sangat vital, di mana setiap perkara yang penuh hikmah dijelaskan dan dirinci dengan tingkat akurasi yang absolut.

Berdasarkan kajian mendalam Dr. Nashir bin Abdirrahman bin Muhammad al-Judai dalam karyanya, At Tabaruk Anwaa’uhu wa Ahkaamuhu, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Amalan Dan Waktu Yang Diberkahi, Lailatul Qadar diposisikan sebagai malam yang paling utama di atas seluruh malam lainnya. Allah Jalla wa Alaa secara eksplisit memberikan predikat khusus bagi waktu ini melalui firman-Nya dalam surat Ad-Dukhaan ayat 3:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi.

Teks suci ini memberikan pemahaman interpretatif bahwa keberkahan malam tersebut bersifat intrinsik sekaligus ekstrinsik. Imam al-Qurthubi, salah satu pilar dalam khazanah tafsir klasik, menjelaskan bahwa penyifatan berkah pada malam ini disebabkan karena Allah menurunkan berbagai bentuk kebaikan, pahala, dan karunia kepada hamba-hamba-Nya dalam volume yang melimpah. Bagi al-Qurthubi, keberkahan bukan sekadar konsep abstrak, melainkan realitas spiritual yang dapat dirasakan oleh mereka yang menghidupkan malam tersebut dengan ketaatan.

Namun, daya tarik intelektual paling kuat dari Lailatul Qadar terletak pada perannya sebagai malam keputusan takdir. Dr. Nashir al-Judai, melalui referensi Pustaka Ibnu Katsir, menguraikan bahwa salah satu keutamaan agung malam ini adalah fungsinya sebagai momen penjelasan segala urusan yang penuh hikmah. Sebagaimana firman-Nya:

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya