home masjid

Lailatul Qadar Tawarkan Penghapusan Dosa Total Melalui Iman dan Ihtisab

Kamis, 05 Maret 2026 - 04:30 WIB
Lailatul Qadar adalah oase ampunan di tengah gurun kekhilafan manusia. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID- Dalam sunyinya sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sebuah fenomena spiritual yang luar biasa sedang berlangsung di seluruh penjuru bumi. Jutaan umat manusia bersimpuh dalam sujud, melisankan doa dalam hening, dan membolak-balik lembaran wahyu di bawah cahaya lampu masjid yang temaram. Mereka tidak sedang mengejar fatamorgana, melainkan sedang berburu sebuah jaminan yang secara legalitas langit tertuang dalam teks suci: Lailatul Qadar. Malam yang oleh para ulama dunia disebut sebagai puncak keberkahan, di mana ampunan dan pelipatgandaan pahala bertemu dalam satu titik koordinat waktu.

Kedahsyatan Lailatul Qadar secara filosofis dan teologis dibedah secara mendalam oleh Dr. Nashir bin Abdirrahman bin Muhammad al-Judai dalam karyanya yang monumental, At Tabaruk Anwaa’uhu wa Ahkaamuhu, atau dalam edisi Indonesia bertajuk Amalan Dan Waktu Yang Diberkahi. Melalui referensi Pustaka Ibnu Katsir, Dr. Nashir menjelaskan bahwa cukuplah kebesaran malam ini dipahami melalui pertanyaan retoris yang diajukan Allah dalam surat al-Qadr ayat dua hingga tiga:

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

Interpretasi yang disampaikan para ahli tafsir mengenai frasa lebih baik dari seribu bulan adalah sebuah bentuk akselerasi ruhani. Satu amal shaleh yang dikerjakan pada Lailatul Qadar memiliki bobot kualitas yang lebih baik daripada amal serupa yang dikerjakan selama seribu bulan atau delapan puluh tiga tahun lebih di luar malam tersebut.

Dr. Nashir al-Judai menegaskan bahwa ini merupakan karunia yang agung dan bentuk kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad yang memiliki usia biologis relatif pendek dibandingkan umat-umat terdahulu. Dengan satu malam, seorang mukmin dapat menyalip akumulasi pahala yang dikumpulkan selama berdekade-dekade.

Namun, daya pikat Lailatul Qadar bukan hanya pada hitungan matematis pahala, melainkan pada kemampuannya menghapus jejak hitam masa lalu. Sebuah hadits muttafaqun alaihi yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu memberikan jaminan pembersihan diri yang fantastis:
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya