home masjid

Muhammad Ibn Syami: Lailatul Qadar Adalah Malam Penentuan Segala Perkara Tahun Depan

Jum'at, 06 Maret 2026 - 04:16 WIB
Memahami Lailatul Qadar sebagai malam yang agung menuntut kita untuk tidak sekadar terjaga secara fisik, tetapi juga terjaga secara nurani. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Di antara deru aktivitas manusia yang kian mekanis, terdapat sebuah jeda spiritual yang ditawarkan oleh kalender langit pada sepertiga terakhir bulan Ramadhan. Lailatul Qadar, sebuah terminologi yang melampaui batas definisi waktu biasa, hadir sebagai malam yang diselimuti kemuliaan nan agung. Ia bukan sekadar masa peralihan dari senja menuju fajar, melainkan sebuah momentum di mana otoritas ketuhanan bekerja secara intensif dalam menentukan arah kehidupan makhluk untuk setahun ke depan.

Dalam risalah bertajuk Lailatul Qadar yang disusun oleh Muhammad Ibn Syami Muthain Syaibah, ditegaskan bahwa fondasi keagungan malam ini berakar langsung pada pernyataan ilahiah. Allah Taala berfirman dalam surat Al Qadar ayat 1:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.

Keagungan malam ini tidak hanya terletak pada terpilihnya ia sebagai wadah turunnya wahyu pemungkas, Al Quran, tetapi juga pada fungsi administratifnya yang bersifat makrokosmos. Muhammad Ibn Syami, dalam karya yang diterbitkan melalui IslamHouse, menjelaskan bahwa pada malam tersebut Allah menetapkan apa yang terjadi sepanjang tahun dan memutuskan segala perkaranya yang penuh hikmah. Ini adalah malam penentuan (at-taqdir) di mana rincian rezeki, batas usia, hingga fluktuasi nasib seorang hamba diputuskan di singgasana arasy.

Interpretasi mengenai malam penentuan ini sejalan dengan pandangan para ulama dunia, seperti Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam karyanya Majalis Syahri Ramadhan. Al-Utsaimin menekankan bahwa penamaan Al Qadar memiliki dua sisi makna yang saling berkelindan: qadar yang berarti kemuliaan kedudukan, dan qadar yang berarti penetapan takdir tahunan. Maka, siapa pun yang bersujud pada malam tersebut, ia sebenarnya sedang berada di titik temu antara pengabdian hamba dan penetapan takdir sang Pencipta.

Dalam perspektif yang lebih mendalam, keagungan malam ini digambarkan oleh para mufasir sebagai masa di mana atmosfer bumi menjadi padat oleh kehadiran entitas cahaya. Jutaan malaikat turun ke bumi membawa misi kesejahteraan dan kedamaian. Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya menyebutkan bahwa banyaknya malaikat yang turun merupakan indikator keberkahan yang melimpah, yang tidak ditemukan pada malam-malam lainnya sepanjang tahun. Kehadiran para malaikat ini memberikan efek ketenangan batin bagi mereka yang terjaga dalam ketaatan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya