Menteri Kebudayaan Dukung Seniman Promosikan Identitas Indonesia di Venice Biennale 2026
Tim langit 7
Jum'at, 06 Maret 2026 - 10:37 WIB
Menteri Kebudayaan Dukung Seniman Promosikan Identitas Indonesia di Venice Biennale 2026
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, lakukan diskusi bersama sejumlah seniman yang akan tampil pada Venice Biennale 2026. Bertempat di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, diskusi ini membahas kesiapan kontingen seni rupa Indonesia yang akan mengikuti ajang seni rupa internasional di Venice.
Pameran utama Venice Biennale 2026 akan dibuka untuk publik pada 9 Mei 2026 dan berlangsung hingga 22 November 2026. Pada edisi kali ini, Paviliun Indonesia direncanakan berada di sebuah bangunan sekolah grafis di Venesia, berbeda dengan beberapa ajang sebelumnya yang menempati area utama.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa Venice Biennale merupakan ajang yang sangat penting bagi perkembangan seni rupa dunia sekaligus menjadi ruang strategis untuk menampilkan wajah Indonesia kepada publik internasional. “Ini adalah satu kesempatan juga untuk promosi budaya kita. Karena banyak sekali talenta, bakat, dan juga tentu seniman budayawan yang hebat,” jelas Menbud Fadli Zon.
Selain karya para seniman, Paviliun Indonesia juga direncanakan menampilkan berbagai buku seni rupa Indonesia sebagai bagian dari ruang referensi selama pameran berlangsung. Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa kehadiran buku-buku tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan tradisi seni rupa Indonesia kepada pengunjung internasional. Melalui buku-buku tersebut, pengunjung dapat melihat kekayaan genre, gaya, dan mazhab seni rupa Indonesia yang sangat beragam.
Menbud juga menjelaskan bahwa seni rupa di Indonesia merupakan warisan tradisi nenek moyang. “Baru saja tanggal 22 Januari, lukisan purba tertua di dunia dinyatakan ada di Indonesia, umurnya 67.800 tahun. Jadi tradisi (seni rupa) itu bukan tradisi baru, tapi tradisi panjang yang ada di Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatra,” papar Menteri Fadli Zon.
Menteri Kebudayaan telah menunjuk Aminuddin TH Siregar, yang akrab disapa Ucok dan juga merupakan kurator Galeri Nasional Indonesia, sebagai kurator Paviliun Indonesia. Indonesia direncanakan akan mengirimkan 14 perupa untuk memamerkan karya.
Aminuddin TH Siregar menjelaskan bahwa konsep presentasi Indonesia juga akan menampilkan konteks sejarah dan visual seni rupa Indonesia melalui berbagai referensi grafis dan arsip visual.
Pameran utama Venice Biennale 2026 akan dibuka untuk publik pada 9 Mei 2026 dan berlangsung hingga 22 November 2026. Pada edisi kali ini, Paviliun Indonesia direncanakan berada di sebuah bangunan sekolah grafis di Venesia, berbeda dengan beberapa ajang sebelumnya yang menempati area utama.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa Venice Biennale merupakan ajang yang sangat penting bagi perkembangan seni rupa dunia sekaligus menjadi ruang strategis untuk menampilkan wajah Indonesia kepada publik internasional. “Ini adalah satu kesempatan juga untuk promosi budaya kita. Karena banyak sekali talenta, bakat, dan juga tentu seniman budayawan yang hebat,” jelas Menbud Fadli Zon.
Selain karya para seniman, Paviliun Indonesia juga direncanakan menampilkan berbagai buku seni rupa Indonesia sebagai bagian dari ruang referensi selama pameran berlangsung. Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa kehadiran buku-buku tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan tradisi seni rupa Indonesia kepada pengunjung internasional. Melalui buku-buku tersebut, pengunjung dapat melihat kekayaan genre, gaya, dan mazhab seni rupa Indonesia yang sangat beragam.
Menbud juga menjelaskan bahwa seni rupa di Indonesia merupakan warisan tradisi nenek moyang. “Baru saja tanggal 22 Januari, lukisan purba tertua di dunia dinyatakan ada di Indonesia, umurnya 67.800 tahun. Jadi tradisi (seni rupa) itu bukan tradisi baru, tapi tradisi panjang yang ada di Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatra,” papar Menteri Fadli Zon.
Menteri Kebudayaan telah menunjuk Aminuddin TH Siregar, yang akrab disapa Ucok dan juga merupakan kurator Galeri Nasional Indonesia, sebagai kurator Paviliun Indonesia. Indonesia direncanakan akan mengirimkan 14 perupa untuk memamerkan karya.
Aminuddin TH Siregar menjelaskan bahwa konsep presentasi Indonesia juga akan menampilkan konteks sejarah dan visual seni rupa Indonesia melalui berbagai referensi grafis dan arsip visual.