Hari Penglihatan Sedunia, Katarak Penyebab Utama Gangguan Penglihatan di Indonesia
Muhammad rifai akif
Kamis, 14 Oktober 2021 - 09:03 WIB
Katarak masih jadi penyebab utama gangguan penglihatan di Indonesia. Foto : LANGIT7/iStock
Hari ini, setiap Kamis minggu kedua bulan Oktober, diperingat sebagai Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day (WSD). Tahun ini bertepatan pada Kamis, 14 Oktober 2020 dan mengusung tema global "Love Your Eyes" dengan tema-nasional "Sayangi Mata Kita".
Terkait itu, Kementerian Kesehatan mengatakan gangguan penglihatan masih menjadi permasalahan utama di Indonesia. Sebagian besar gangguan penglihatan tersebut diakibatkan oleh katarak.
Berdasarkan data dari World Report on Vision tahun 2019, secara global, diperkirakan sekira 2,2 milyar penduduk mengalami gangguan penglihatan atau kebutaan. Padahal, kondisi gangguan penglihatan atau kebutaan tersebut yang dialami 1 milyar penduduk tersebut dapat dicegah.
"Berdasarkan data nasional Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014 2016 Kemenkes, dengan sasaran populasi usia 50 tahun ke atas diketahui bahwa angka kebutaan mencapai 3% dan katarak merupakan penyebab kebutaan tertinggi (81%)," kata Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr. Maxi Rein Rondonuwu pada konferensi pers terkait Hari Penglihatan Sedunia secara virtual, Selasa (12/10) di Jakarta.
Baca juga : Keluarga Miliki Peran Signifikan Dukung Kesehatan Mental
Perwakilan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dr. Aldiana Halim mengatakan di Indonesia dengan populasi pada tahun 2017 terdapat 8 juta orang dengan gangguan penglihatan. Sebanyak 1,6 juta orang buta ditambah dengan 6,4 juta orang dengan gangguan penglihatan sedang dan berat.
Dari jumlah tersebut sebanyak 81,2% gangguan penglihatan disebabkan oleh katarak. Penyebab lainnya adalah refraksi atau glaukoma, atau kelainan mata hal-hal lainnya seperti kelainan refraksi, glaukoma atau kelainan mata yang berhubungan dengan diabetes.
Terkait itu, Kementerian Kesehatan mengatakan gangguan penglihatan masih menjadi permasalahan utama di Indonesia. Sebagian besar gangguan penglihatan tersebut diakibatkan oleh katarak.
Berdasarkan data dari World Report on Vision tahun 2019, secara global, diperkirakan sekira 2,2 milyar penduduk mengalami gangguan penglihatan atau kebutaan. Padahal, kondisi gangguan penglihatan atau kebutaan tersebut yang dialami 1 milyar penduduk tersebut dapat dicegah.
"Berdasarkan data nasional Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014 2016 Kemenkes, dengan sasaran populasi usia 50 tahun ke atas diketahui bahwa angka kebutaan mencapai 3% dan katarak merupakan penyebab kebutaan tertinggi (81%)," kata Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr. Maxi Rein Rondonuwu pada konferensi pers terkait Hari Penglihatan Sedunia secara virtual, Selasa (12/10) di Jakarta.
Baca juga : Keluarga Miliki Peran Signifikan Dukung Kesehatan Mental
Perwakilan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dr. Aldiana Halim mengatakan di Indonesia dengan populasi pada tahun 2017 terdapat 8 juta orang dengan gangguan penglihatan. Sebanyak 1,6 juta orang buta ditambah dengan 6,4 juta orang dengan gangguan penglihatan sedang dan berat.
Dari jumlah tersebut sebanyak 81,2% gangguan penglihatan disebabkan oleh katarak. Penyebab lainnya adalah refraksi atau glaukoma, atau kelainan mata hal-hal lainnya seperti kelainan refraksi, glaukoma atau kelainan mata yang berhubungan dengan diabetes.