LANGIT7.ID - , Jakarta - Jejaring sosial berbasis suara Clubhouse memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, Minggu (10/10/2021) lalu. Acara yang menghadirkan pembicara dari 15 negara ini mengangkat tema "Mental Health in an Unequal World" untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental.
Kreator dari setiap negara bertujuan untuk menghadirkan percakapan yang edukatif dan inspiratif seputar kesehatan mental saat ini di Indonesia dan cara menghadapi stigma akan kesehatan mental di tengah masyarakat.
Psikolog Klinis Widya S. Sari menjelaskan banyak hal yang bisa mempengaruhi kondisi kesehatan mental seseorang. Seperti keunikan individu, interaksi dengan lingkungan, dan faktor lainnya yang menghasilkan dinamika kondisi dan gangguan yang berbeda.
"Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan mental, salah satunya dengan membangun support system dari orang-orang terdekat yang memiliki peran signifikan, dimulai dari keluarga," jelas Widya.
Baca juga : Psikolog UI : Berbelanja Baik untuk Kesehatan MentalPendiri Klub ‘Mental Health Indonesia’ di Clubhouse Detty Wulandari yang juga penyintas bipolar mengemukakan masyarakat Indonesia sudah cukup mendengar mengenai isu kesehatan jiwa. Namun bagaimana menghadapi stigma dan diskriminasi dari masyarakat inilah yang perlu ditingkatkan lagi.
"Termasuk bagaimana seorang penyintas, seperti saya, mengendalikan diri dan menghadapi masyarakat." kata Detty.
Kesehatan mental merupakan isu yang sering dihadapi selama pandemi COVID-19 ini. Dibutuhkan kepedulian masyarakat akan pentingnya pengetahuan tentang kesehatan mental dan mindfulness. Khususnya tentang bagaimana menjaga kesehatan mental selama pandemi dan secara spesifik menghadapi trauma dan kesedihan.
Menurut Co-Founder platform kesehatan mental Greatmind Indonesia David Irianto, salah satu hal terpenting untuk dapat mengendalikan emosi dan perasaan seseorang adalah memahami pentingnya orang dapat menerima diri mereka terlebih dulu.
Baca juga : Berpelukan, Manfaatnya Besar bagi Kesehatan Mental"Diskusi publik seperti ini dapat memberikan banyak wawasan penting tentang bagaimana menerima diri sendiri sehingga kita dapat berkawan dengan perasaan sendiri.” sambungnya.
Diskusi tentang masalah kesehatan mental yang dibawakan dalam bahasa Indonesia ini berlangsung di Mental Health Matters Club, yang dibentuk oleh terapis dan konsultan pelatihan Nidhi Tewari.
(est)