LANGIT7.ID, - Jakarta - Rasa lelah, jenuh, hingga hilang semangat kerja di kantor bisa menjadi petanda bahwa Anda sedang mengalami
burnout.
Umumnya kondisi ini dirasakan oleh para pekerja, khususnya saat beban kerja menumpuk dan pikiran dipaksakan aktif bekerja.
Pendakwah Habib Husein Ja'far Al Hadar atau
Habib Ja'far mengatakan salah satu cara mengatasi burnout saat bekerja dengan mengubah pola pikir.
Baca juga: Cegah Burnout Akhir Tahun, Pakar Bagikan Tips Kelola StresSayyidina Ali Bin Abu Thalib mengatakan, "Wisataku adalah bekerja". Pola pikir Sayyidina Ali ini terjadi karena ia berpikir
zuhud, yakni meletakkan dunia secara profesional.
"Tidak masalah memiliki dunia asal jangan sebaliknya, dimiliki oleh dunia. Letakkan dunia di tangan jangan di hati," ujar Habib Ja'far dikutip dari YouTube Jeda Nulis, Ahad (28/12/2025).
Dalam pandangan Islam, kerja bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga merupakan bentuk ibadah. Seperti dijelaskan dalam firman Allah SWT,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ ٥٦
Artinya: “Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Adh-Dhariyat: 56).
Kemudian, Islam selalu memulai setiap tindakan dengan niat. Sebagaimana sabda
Rasulullah SAW,
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى
Artinya: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari & Muslim)
Baca juga: Stres dan Muak Berlebihan, Waspadai Sindrom BurnoutDengan menetapkan niat yang benar saat memulai hari dapat menjadi salah satu cara efektif dalam mengatasi burnout.
Mengelola waktu dengan bijak merupakan ajaran Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Manajemen waktu yang baik diyakini dapat membantu menekan stres dan burnout.
Rasulullah mengajarkan umatnya untuk mencukupkan waktu antara bekerja, beribadah, dan beristirahat.
Hal ini juga sejalan dengan prinsip mizan atau keseimbangan yang diatur dalam Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 143).
وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًاۗ
Artinya: “Demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Nabi Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” (QS. Al-Baqarah: 143)
Cara Islami lain yang efektif mengatasi stres, termasuk burnout melalui doa dan dzikir. Dengan mengingat Allah Ta'ala serta berdzikir bisa menghadirkan ketenangan jiwa dan pikiran.
اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ
Artinya: “Ingatlah, sesungguhnya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Baca juga: Islam Atasi Burnout: Ubah Pola Pikir Jadi Kerja Itu WisataLakukan dzikir secara rutin dengan mengucapkan
Astagfirullah, Subhanallah, Alhamdulillah dan
Allahu Akbar untuk mendapatkan ketenangan pikiran dan hati dalam menghadapi tekanan di kantor.
(est)