LANGIT7.ID - , Jakarta - Terkadang banyak orang
stres karena tekanan
pekerjaan atau
burnout. Jika tidak segera diatasi, hal itu bisa menyebabkan
kesehatan mental pekerja menjadi terganggu.
Lantas, bagaimana mengatasinya dalam Islam?
Pendakwah milenial,
Habib Husein Ja'far Al Hadar atau Habib Ja'far mengatakan cara mengatasi
burnout pekerjaan adalah dengan mengubah pola pikir terkait hal tersebut.
Baca juga: Stres dan Muak Berlebihan, Waspadai Sindrom BurnoutDia melanjutkan, Sayyidina Ali Bin Abu Thalib mengatakan, "Wisataku adalah bekerja". Hal tersebut terjadi karena ia berpikir zuhud, yakni meletakkan dunia secara
profesional.
"Tidak masalah memiliki dunia asal jangan sebaliknya, dimiliki oleh dunia. Letakkan dunia di tangan jangan di hati," ujar Habib Ja'far dikutip dari YouTube Jeda Nulis, Sabtu (10/9/2022).
Pendakwah kelahiran 21 Juni 1988 itu pun mencontohkan bagaimana prinsip Nabi Sulaiman AS dan istri
Nabi Muhammad SAW, Sayyidah
Khadijah binti Khuwailid dalam menjalani pekerjaannya.
Baca juga: Hikmah Senyuman: Buat Orang Lain Bahagia dan Kurangi Stres"Nabi Sulaiman adalah seorang yang kaya raya. Sayyidah Khadijah binti Khuwailid istri Nabi Muhammad SAW adalah saudagar kaya. Apa prinsip yang mereka pegang? Jawabnya hanya simpel, ada disyukuri, tidak ada disabari," katanya.
"Karena, dunia ibarat air laut semakin kita meminum ya semakin kita haus," lanjut dia
Menurut alumni Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir di
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, dalam Islam kebahagiaan dunia dan keselamatan di akhirat sama sekali tidak bergantung dengan harta, melainkan dengan hati.
"Hatilah harta terbesar kita. Kerugian terbesar ketika kita kehilangan hati. Jangan menangis kalau bisnis kita bangkrut tetapi menangislah ketika hati kita kebal melihat tetangga yang kelaparan dan iri serta hasud pada tetangga yang kaya. Saat itulah kita sebenarnya telah bangkrut, sebangkrut, bangkrutnya," tutupnya.
Baca juga: Ayat-ayat Al-Qur'an Penenang Hati di Kala Stres Melanda(est)