Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 14 Maret 2026
home lifestyle muslim detail berita

Stres dan Muak Berlebihan, Waspadai Sindrom Burnout

Fifiyanti Abdurahman Rabu, 16 Maret 2022 - 13:57 WIB
Stres dan Muak Berlebihan, Waspadai Sindrom Burnout
Tenaga medis yang mengalami kelelahan dan stres selama pandemi Covid-19. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Pernahkah Anda merasa tidak berdaya, putus asa, atau sangat kelelahan, sehingga membuat Anda stres? Jika iya, hati-hati bisa saja Anda mengalami sindrom burnout. Sindrom ini dapat dikatakan sebagai salah satu masalah kesehatan mental yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik.

Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, Iceu Amira DA, S.Sos., S.Kep., Ners., M.Kes mengatakan burnout merupakan sindrom psikologis yang disebabkan adanya rasa lelah yang luar biasa, baik secara fisik, maupun mental.

Menurut dia, jika dibiarkan hal tersebut akan berdampak pada hilangnya minat dan motivasi dalam melakukan aktivitas.

Baca juga: Hukum Meninggalkan Shalat Subuh Akibat Kelelahan Bekerja

"Burnout ini dapat mengurangi produktivitas dan menguras energi sehingga membuat seseorang merasa tidak berdaya, putus asa, lemah, dan cepat marah," ujar Iceu dilansir dari Universitas Padjadjaran, Rabu (16/3/2022).

Iceu mengatakan jika kelelahan secara fisik bisa diatasi hanya dengan beristirahat sejenak. Namun, jika menyangkut emosional, istirahat sejenak saja tidak cukup. Oleh karena itu perlu adanya intervensi.

Untuk mencegahnya, Iceu menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hidup. Butuh pengelolaan waktu yang baik kapan harus bekerja dan mengerjakan hal lainnya. Selain itu, kemampuan mengelola stres pun menjadi penting.

“Juga mengubah gaya hidup, atur olah raga, atur pola makan akan mengelola stres kita. Dengan demikian kita bisa mengurangi terjadinya ‘burnout’. Karena jika terjadi secara berlebihan, mengembalikan ke awal itu sulit,” katanya.

Lantas, apa penyebab burnout?

Baca juga: Stres akibat Pekerjaan, Yuk Rutinkan Shalat Dhuha saat Sibuk

Melansir dari HelpGuide, burnout biasanya berasal dari pekerjaan Anda. Terlalu banyak bekerja dan diremehkan sehingga berisiko mengalami kelelahan.

Akan tetapi, kelelahan tidak hanya disebabkan oleh pekerjaan yang penuh tekanan atau terlalu banyak tanggung jawab saja. Ada juga faktor-faktor lain yang dapat berkontribusi terhadap kelelahan ini, termasuk gaya hidup dan ciri-ciri kepribadian Anda.

Faktanya, apa yang Anda lakukan di waktu senggang dan bagaimana Anda memandang dunia dapat memainkan peran yang sama besarnya dalam menyebabkan stres yang luar biasa seperti tuntutan pekerjaan atau rumah.

Penyebab kelelahan terkait pekerjaan:

Anda merasa seperti memiliki sedikit atau tidak ada kendali atas pekerjaan. Kemudian kurangnya pengakuan atau penghargaan untuk pekerjaan yang baik.

Baca juga: Manfaat Puasa Senin Kamis Bisa Jadi Pengendali Stres

Lalu, ekspektasi pekerjaan yang tidak jelas atau terlalu menuntut. Melakukan pekerjaan yang monoton atau tidak menantang, hingga bekerja di lingkungan yang kacau atau bertekanan tinggi.

Gaya hidup penyebab kelelahan:

Anda bekerja terlalu banyak, tanpa cukup waktu untuk bersosialisasi atau bersantai. Kemudian, kurangnya hubungan yang dekat dan mendukung. Serta, terlalu banyak mengambil tanggung jawab tanpa bantuan yang cukup dari orang lain.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 14 Maret 2026
Imsak
04:33
Shubuh
04:43
Dhuhur
12:05
Ashar
15:11
Maghrib
18:09
Isya
19:18
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)