LANGIT7.ID - Jangan sepelekan pelukan dari orang terkasih. Penelitian membuktikan sejumlah manfaat berpelukan untuk kesehatan dan kestabilan mental.
Aktivitas kontak fisik ini mampu meredam kesepian dan kecemasan, sehingga melakukannya dengan pasangan, keluarga, dan sahabat sangat dianjurkan. Berpelukan memberikan kehangatan serta menumbuhkan perasaan aman.
Saat berpelukan, otak melepaskan oksitosin, hormon yang juga dikenal sebagai "molekul ikatan". Hormon itu dapat meningkatkan perasaan keintiman dan membantu merangsang ikatan sosial antara dua orang.
Kadar oksitosin yang tinggi bisa meningkatkan keterikatan romantis. Selain itu juga dapat mengurangi perasaan kesepian dan isolasi. Profesor ilmu saraf kognitif Brian Hare mengatakan, memeluk hewan peliharaan memberikan manfaat sama.
"Hanya dengan melakukan kontak mata atau dengan bermain dan memeluk hewan peliharaan, tingkat oksitosin dalam diri dan hewan peliharaan meningkat," kata Hare, seperti dikutip dari laman
Independent, Kamis (19/8/2021)
Tak hanya oksitosin, penelitian menunjukkan bahwa memeluk seseorang bisa melepaskan dopamin di otak. Dopamin biasa dijuluki hormon kebahagiaan sering dikaitkan dengan pemicu dorongan perasaan bahagia.
Seseorang dengan gangguan mood dan depresi biasanya memiliki tingkat dopamin rendah. Lebih banyak berpelukan mungkin bisa membantu mengatasi itu. Keuntungan lain berpelukan adalah menangkal stres.
Ini dibuktikan dalam sebuah studi pada 2014 yang dilakukan terhadap 404 orang dewasa sehat oleh para peneliti di Carnegie Mellon University, Pittsburgh, Amerika Serikat. Tim menemukan bahwa pelukan mengurangi kerentanan seseorang terhadap stres.
Penyebab utamanya adalah karena peserta merasakan tingkat dukungan sosial yang lebih besar sebagai hasil pelukan rutin. Bahkan, tim peneliti juga menemukan bahwa pelukan melindungi seseorang dari infeksi.
Sudah peluk orang kesayanganmu hari ini?
(arp)