home global news

Kepanikan Amerika Atas Bantuan Inteljen Rusia Kepada Iran: Bisa Deteksi Pergerakan Kekuatan AS di Timur Tengah

Ahad, 08 Maret 2026 - 05:17 WIB
Kepanikan Amerika Atas Bantuan Inteljen Rusia Kepada Iran: Bisa Deteksi Pergerakan Kekuatan AS di Timur Tengah
LANGIT7.ID-Rusia; Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan bahwa Presiden Trump "sadar betul siapa yang berkomunikasi dengan siapa" di tengah laporan bahwa Rusia memberikan bantuan intelijen kepada Iran mengenai pergerakan Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Hegseth menyampaikan kepada Mayor Garrett dalam sebuah wawancara yang akan tayang pada hari Minggu di "60 Minutes" bahwa AS "memantau semuanya" dan memasukkannya ke dalam rencana pertempuran. "Rakyat Amerika bisa tenang karena panglima tertinggi mereka sadar betul siapa yang berkomunikasi dengan siapa," ujarnya. "Dan segala hal yang tak seharusnya terjadi, baik di ranah publik maupun melalui saluran belakang, akan dihadapi dan dihadapi dengan keras."

Lebih awal pada hari Jumat, sejumlah sumber, termasuk seorang pejabat senior AS, memberi tahu CBS News bahwa Rusia memberikan intelijen kepada Iran mengenai posisi-posisi AS di Timur Tengah di tengah operasi militer gabungan AS dan Israel yang sedang berlangsung di Iran. Ini merupakan indikasi pertama yang diketahui bahwa Rusia membantu Iran.

Ketika ditanya apakah rakyat Amerika dapat mengharapkan komunikasi dengan Rusia untuk menghentikan keterlibatan mereka dalam konflik tersebut, Hegseth mengatakan bahwa Trump "memiliki hubungan unik dengan banyak pemimpin dunia di mana ia bisa mewujudkan hal-hal yang tidak pernah bisa dilakukan oleh presiden lain, tentu saja Joe Biden." Ia menambahkan bahwa "melalui percakapan langsung atau tidak langsung, melalui komunikasi satu lawan satu darinya atau melalui kabinetnya, pesan-pesan pasti dapat disampaikan."

Saat ditanya apakah keterlibatan Rusia membahayakan personel AS, Hegseth mengatakan: "Kamilah yang membahayakan pihak lain, dan itu tugas kami. Jadi kami tidak khawatir tentang itu. ... Tapi satu-satunya yang perlu khawatir saat ini adalah pihak Iran yang mengira mereka akan hidup."

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, ketika ditanya dalam sebuah acara di Fox News tentang Rusia yang memberikan intelijen kepada Iran mengenai aset-aset AS, mengatakan dia tidak bisa berkomentar tentang "laporan intelijen yang dibocorkan ke pers." Bantuan intelijen dari Rusia ini pertama kali dilaporkan oleh The Washington Post.

"Apakah ini benar-benar terjadi atau tidak, sejujurnya, itu tidak terlalu penting, karena Presiden Trump dan militer Amerika Serikat benar-benar menghancurkan rezim teroris Iran yang nakal itu," ujarnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya