Kolom Ekonomi Syariah: Kedua Belah Fihak Jangan Hancurkan Iran
Tim langit 7
Senin, 09 Maret 2026 - 06:30 WIB
Kolom Ekonomi Syariah: Kedua Belah Fihak Jangan Hancurkan Iran
Oleh: Prof Dr Bambang Setiaji
LANGIT7.ID-Kedua belah pihak baik penyerang, USA dan Israel serta pihak pemimpin Iran yang masih ada jangan hancurkan Iran. Bagaimana mungkin pemimpin menghancurkan Iran? Yaitu karena faktor emosional tidak mau meminta juru damai dan kembali ke meja perundingan. Tawaran Presiden Prabowo hari ini adalah momentumnya, karena Presiden Prabowo berteman baik dengan Trumpt.
Iran adalah model demokrasi masa depan. Iran menggabungkan sistem meritokrasi berbasis seleksi dan rekam jejak, dan demokrasi pemilihan langsung. Bahwa orang orang yang disodorkan kepada rakyat adalah orang orang yang sudah diseleksi. Kepemimpinan tertinggi Iran adalah para ilmuwan yang akan memberi arah para politisi di bawahnya untuk mengambil kebijakan negara berdasarkan kajian ilmiah baik keagamaan maupun keduniaan karena asas kemanfaatan merupakan salah satu rukun di dalam fikih.
Sistem di atas adalah yang paling maju di kawasan. Demokrasi liberal di negara yang belum matang, di Asia dan Afrika, sering melahirkan pemimpin yang salah, tidak kompeten, hanya karena populer, dan money politik. Sebaliknya sistem monarki mutlak mengurangi hak hak rakyat yang tentu saja kalah bertanding sebelum berlaga.
Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Bagaimana Iran Membiayai Perang?
Eksperimen politik Iran sangat mahal dan sangat berharga, bukan saja bagi negara timur tengah dan timur jauh, tetapi juga Barat sendiri yang demokrasinya melahirkan permasalahan semacam lukisan absurd. Demokrasi yang ada sekarang memberikan leher kepada oligarki syarat kepentingan ekonomi di seluruh dunia. Kepemimpinan abadi ada pada kerajaan kerajaan bisnis, dan pada kepemimpinan politik dibatasi pada waktu tertentu. Siapapun yang memimpin harus taat kepada kerajaan bisnis.
Kerajaan bisnis mengendalikan setidaknya tiga hal pokok. Pertama, merupakan donatur pelaksanaan negara melalui pajak, dan kedua melalui mekanisme hutang negara untuk menyerap kelebihan uang Idle money di tangan kerajaan bisnis. Yang kedua ini menimbulkan masalah makin lama makin mendalam di berbagai negara. Menutup hutang dengan hutang makin dalam, memperdalam sistem pengabdian kepada kerjaan bisnis sebagai pemimpin abadi bagi generasi yang akan datang. Yang ketiga kerjaan bisnis sangat berperan dalam investasi membuka lapangan kerja. Praktis pemerintahan demokrasi di seluruh dunia tidak bisa apa apa. Mereka bukan sesungguhnya pemegang mandat rakyat.
LANGIT7.ID-Kedua belah pihak baik penyerang, USA dan Israel serta pihak pemimpin Iran yang masih ada jangan hancurkan Iran. Bagaimana mungkin pemimpin menghancurkan Iran? Yaitu karena faktor emosional tidak mau meminta juru damai dan kembali ke meja perundingan. Tawaran Presiden Prabowo hari ini adalah momentumnya, karena Presiden Prabowo berteman baik dengan Trumpt.
Iran adalah model demokrasi masa depan. Iran menggabungkan sistem meritokrasi berbasis seleksi dan rekam jejak, dan demokrasi pemilihan langsung. Bahwa orang orang yang disodorkan kepada rakyat adalah orang orang yang sudah diseleksi. Kepemimpinan tertinggi Iran adalah para ilmuwan yang akan memberi arah para politisi di bawahnya untuk mengambil kebijakan negara berdasarkan kajian ilmiah baik keagamaan maupun keduniaan karena asas kemanfaatan merupakan salah satu rukun di dalam fikih.
Sistem di atas adalah yang paling maju di kawasan. Demokrasi liberal di negara yang belum matang, di Asia dan Afrika, sering melahirkan pemimpin yang salah, tidak kompeten, hanya karena populer, dan money politik. Sebaliknya sistem monarki mutlak mengurangi hak hak rakyat yang tentu saja kalah bertanding sebelum berlaga.
Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Bagaimana Iran Membiayai Perang?
Eksperimen politik Iran sangat mahal dan sangat berharga, bukan saja bagi negara timur tengah dan timur jauh, tetapi juga Barat sendiri yang demokrasinya melahirkan permasalahan semacam lukisan absurd. Demokrasi yang ada sekarang memberikan leher kepada oligarki syarat kepentingan ekonomi di seluruh dunia. Kepemimpinan abadi ada pada kerajaan kerajaan bisnis, dan pada kepemimpinan politik dibatasi pada waktu tertentu. Siapapun yang memimpin harus taat kepada kerajaan bisnis.
Kerajaan bisnis mengendalikan setidaknya tiga hal pokok. Pertama, merupakan donatur pelaksanaan negara melalui pajak, dan kedua melalui mekanisme hutang negara untuk menyerap kelebihan uang Idle money di tangan kerajaan bisnis. Yang kedua ini menimbulkan masalah makin lama makin mendalam di berbagai negara. Menutup hutang dengan hutang makin dalam, memperdalam sistem pengabdian kepada kerjaan bisnis sebagai pemimpin abadi bagi generasi yang akan datang. Yang ketiga kerjaan bisnis sangat berperan dalam investasi membuka lapangan kerja. Praktis pemerintahan demokrasi di seluruh dunia tidak bisa apa apa. Mereka bukan sesungguhnya pemegang mandat rakyat.