Silaturahmi Lintas Negara
Cerita Dua Mahasiswa Indonesia di Negeri Dua Benua, Lewati Malam Takbir dalam Kesunyian
Esti setiyowati
Kamis, 12 Maret 2026 - 11:26 WIB
Dua mahasiswa Indonesia, Rasendrya Ragawilapa Muharram dan Muhammad Arif Bachtiar yang tengah menjalani studi di Negeri Dua Benua, Turki. Foto: dok pribadi
Di sebuah sudut kota Sakarya, Turki, dua mahasiswa Indonesia menunggu adzan Magrib dengan rasa yang bercampur lapar, rindu, dan harapan.
Muhammad Arif Bachtiar dan Rasendrya Ragawilapa Muharram, yang akrab disapa Aga, telah dua tahun menempuh pendidikan di Sakarya Uygulamalı Bilimler Üniversitesi atau Sakarya University of Applied Science,Turki.
Merantau untuk menuntut ilmu adalah perjalanan yang bukan hanya menguji kecerdasan, tetapi juga kesabaran hati, bagi keduanya.
Turki, negeri yang kerap dijuluki gerbang antara Timur dan Barat, menyimpan banyak perbedaan budaya yang harus mereka pelajari. Termasuk dalam menjalani ibadah Ramadhan.
Baca juga: Di Tengah Konflik Iran-Israel, Mahasiswa Indonesia di Yordania Jalani Ramadhan dengan Tenang
Belajar Berbuka dengan Cara yang Berbeda
Bagi Aga, mahasiswa Fakultas Pariwisata jurusan Gastronomy and Culinary Arts, perbedaan paling terasa muncul saat waktu berbuka tiba.
Muhammad Arif Bachtiar dan Rasendrya Ragawilapa Muharram, yang akrab disapa Aga, telah dua tahun menempuh pendidikan di Sakarya Uygulamalı Bilimler Üniversitesi atau Sakarya University of Applied Science,Turki.
Merantau untuk menuntut ilmu adalah perjalanan yang bukan hanya menguji kecerdasan, tetapi juga kesabaran hati, bagi keduanya.
Turki, negeri yang kerap dijuluki gerbang antara Timur dan Barat, menyimpan banyak perbedaan budaya yang harus mereka pelajari. Termasuk dalam menjalani ibadah Ramadhan.
Baca juga: Di Tengah Konflik Iran-Israel, Mahasiswa Indonesia di Yordania Jalani Ramadhan dengan Tenang
Belajar Berbuka dengan Cara yang Berbeda
Bagi Aga, mahasiswa Fakultas Pariwisata jurusan Gastronomy and Culinary Arts, perbedaan paling terasa muncul saat waktu berbuka tiba.