Permudah Transaksi, Bank Syariah Nasional dan KCI Integrasikan Sistem Pembayaran Digital Commuter Line
LANGIT7.ID-Jakarta; Kemudahan transaksi bagi jutaan pengguna Commuter Line kini memasuki babak baru lewat integrasi sistem perbankan syariah. PT Bank Syariah Nasional (BSN) secara resmi menggandeng PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk mendigitalisasi sektor transportasi urban melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Langkah ini menandai ekspansi masif BSN ke ruang publik sejak kemunculannya di akhir 2025. Tidak sekadar kerja sama biasa, kolaborasi ini membawa fitur top-up saldo Kartu Multi Trip (KMT) langsung ke genggaman nasabah melalui aplikasi mobile banking BSN yang baru dirilis Februari lalu. Selain itu, integrasi ini memungkinkan pemesanan tiket kereta dilakukan secara digital tanpa harus mengantre di stasiun.
Kehadiran produk KMT co-branding dengan desain khusus menjadi simbol sinergi ini. Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menyatakan bahwa sinergi ini merupakan langkah penting bagi BSN yang baru hadir di penghujung tahun 2025. Tujuannya adalah memperkuat posisi BSN sebagai mitra keuangan keluarga.
"BSN optimistis kerja sama tersebut akan memberikan manfaat bagi semua pihak dan mendukung ekosistem ekonomi serta keuangan syariah di Indonesia. Kami ingin mempermudah akses masyarakat terhadap layanan perbankan melalui teknologi yang terintegrasi," kata Alex dalam keterangannya, dikutip Kamis (12/3/2026).
Modal besar sudah dikantongi BSN untuk mengoptimalkan layanan ini. Hingga Februari 2026, Bale Syariah telah mencatatkan volume transaksi sebesar Rp 1,57 triliun dari 126.401 pengguna. Angka ini menjadi basis kuat untuk melayani jutaan penumpang Commuter Line yang menuntut kecepatan pembayaran di lapangan.
Cakupan kemitraan ternyata melampaui urusan penumpang ritel. PT KCI juga akan memanfaatkan ekosistem BSN untuk urusan internal perusahaan, mulai dari cash management system, virtual account, hingga pengelolaan payroll karyawan. Alex menambahkan bahwa kerja sama ini juga membuka akses bagi pegawai KCI terhadap pembiayaan konsumer berbasis syariah.
"Sinergi ini mencakup pengelolaan rekening, optimalisasi kas, hingga layanan kesejahteraan pegawai melalui sistem payroll dan pembiayaan konsumer berbasis syariah, seperti KPR dan cicilan emas," ujar Alex.