home global news

Penetapan Lebaran 2026 Berpotensi Beda: Ini Versi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:56 WIB
Ilustrasi: ist
Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah yang menandakan Hari Raya Idul Fitri 2026 memiliki potensi berbeda antara Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan pemerintah. Hal ini disebabkan adanya perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriyah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan tanggal 1 Syawal 1447 H, melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang penetapan hasil hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Penetapan tersebut dengan menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yakni penentuan awal bulan berdasarkan perhitungan astronomi posisi bulan. Berdasarakan perhitungan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Sementara pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) belum menetapkan secara resmi kapan jatuh Lebaran 2026. Penentuan awal Syawal akan dilakukan pemerintah setelah mendapatkan hasil dari sidang isbat, yang akan digelar pada 29 Ramadhan mendatang atau pada Kamis, 19 Maret 2026.

Baca juga:Kementerian Agama Siap Gelar Sidang Isbat Awal Syawal 1446 H dengan Metode Hisab dan Rukyat

Meski demikian, berdasarkan kalender Hijriyah yang disusun pemerintah, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2025.

Kepastian tanggal tersebut akan ditentukan setelah pemerintah menerima laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya