home sports

Duel Sengit Indian Wells: Menakar Keunggulan Sabalenka dan Si Cantik Rybakina

Ahad, 15 Maret 2026 - 06:00 WIB
Duel Sengit Indian Wells: Menakar Keunggulan Sabalenka dan Si Cantik Rybakina
LANGIT7.ID-California; Aryna Sabalenka belum pernah merasakan juara di BNP Paribas Open. Namun, setelah mengalahkan Linda Noskova 6-3, 6-4 pada Jumat malam, ia berhasil melangkah ke final ketiganya dalam empat tahun terakhir. Tahun lalu, Sabalenka harus mengakui keunggulan remaja Mirra Andreeva di partai puncak. Tiga tahun sebelumnya, petenis cantik Elena Rybakina yang merebut gelar dari tangannya.

Menariknya, final Minggu (pukul 11.00 waktu setempat/14.00 WIB) menghadirkan peluang revans yang sempurna bagi Sabalenka. Pasalnya, si cantik Rybakina pula lah yang mengalahkannya di final Australia Open tahun ini. Dari 17 pertandingan WTA Tour Driven by Mercedes-Benz yang ia jalani musim ini, hanya satu yang berakhir dengan kekalahan, yaitu melawan si cantik Rybakina.

" Saya senang bisa berada di sini, memberi diri saya kesempatan untuk memenangkan trofi indah itu—bukan yang lebih kecil, terima kasih," ujar Sabalenka kepada Tennis Channel. Menjelang pertandingan Rybakina melawan Elina Svitolina pada Jumat, ia menambahkan, "Saya rasa melawan Elena, permainan selalu sangat agresif, semuanya tentang beberapa pukulan pertama di setiap poin. Jika Anda mendominasi di dua poin itu, saya rasa kemungkinan besar Anda akan memenangkan poin. Tenis yang sangat agresif dan cepat. Jika lawannya dia, saya justru bersemangat."

Benar saja, si cantik Rybakina memastikan diri ke partai puncak di Lembah Coachella ini setelah menaklukkan Svitolina 7-5, 6-4. Hasil manis ini akan mengangkatnya melewati Iga Swiatek ke peringkat nomor dua dunia pada ranking PIF WTA pekan depan, sebuah pencapaian tertinggi baru dalam kariernya.

Jadilah ini pertarungan antara petenis nomor satu dunia versus petenis nomor dua virtual, dengan implikasi menarik bagi perebutan posisi puncak seiring berjalannya musim. Sabalenka unggul 8-7 dalam rekor pertemuan mereka—hanya Swiatek dan Coco Gauff yang lebih sering bertemu (16 kali) di babak utama WTA di antara petenis aktif.

Sabalenka menjadi petenis nomor satu dunia pertama yang mencapai final putri Indian Wells dua tahun beruntun sejak turnamen ini digelar pada 1989. Mampukah ia melangkah setapak lagi menjadi juara?

Jurnalis WTA, Greg Garber dan Brad Kallet, mengulas peluang masing-masing finalis:
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya