Waspada Risiko Ispa dan Diare Menyerang Si Kecil di Momen Idulfitri
Lusi mahgriefie
Sabtu, 21 Maret 2026 - 11:20 WIB
Ilustrasi: ist
Idulfitri menjadi momen kebersamaan yang identik dengan silaturahmi dan berkumpul bersama keluarga, kerabat dan banyak lainnya yang menghadirkan kebahagiaan. Namun begitu, Anda perlu waspada juga mengenai risiko Kesehatan si kecil sata bertemu banyak orang.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, ada baiknya para orangtua meningkatkan kewaspadaan terhadap dua penyakit yang kerap muncul pascalebaran, yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare.
"Meningkatnya mobilitas masyarakat, intensitas interaksi fisik, serta perubahan pola konsumsi makanan selama Idulfitri menjadi faktor utama yang memicu gangguan kesehatan pada anak usia di bawah lima tahun," kata Anang dalam pernyataan tertulisnya, dikutip Sabtu (21/3/2026).
Balita, lanjutnya, sangat rentan karena sistem imun mereka belum terbentuk sempurna. Kontak fisik yang tinggi saat silaturahmi serta konsumsi makanan yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.
Baca juga:Jadwal Operasional MRT Jakarta Selama Libur Lebaran 2026 dan Info Tarif Satu Rupiah
Ia menguraikan, ISPA merupakan infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus atau bakteri dan dapat menular dengan cepat melalui percikan droplet maupun kontak langsung, seperti bersalaman atau mencium anak.
Sementara diare, umumnya dipicu oleh konsumsi makanan yang kurang higienis, terlalu bersantan, pedas, atau manis, serta kebersihan tangan yang tidak terjaga.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, ada baiknya para orangtua meningkatkan kewaspadaan terhadap dua penyakit yang kerap muncul pascalebaran, yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare.
"Meningkatnya mobilitas masyarakat, intensitas interaksi fisik, serta perubahan pola konsumsi makanan selama Idulfitri menjadi faktor utama yang memicu gangguan kesehatan pada anak usia di bawah lima tahun," kata Anang dalam pernyataan tertulisnya, dikutip Sabtu (21/3/2026).
Balita, lanjutnya, sangat rentan karena sistem imun mereka belum terbentuk sempurna. Kontak fisik yang tinggi saat silaturahmi serta konsumsi makanan yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.
Baca juga:Jadwal Operasional MRT Jakarta Selama Libur Lebaran 2026 dan Info Tarif Satu Rupiah
Ia menguraikan, ISPA merupakan infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus atau bakteri dan dapat menular dengan cepat melalui percikan droplet maupun kontak langsung, seperti bersalaman atau mencium anak.
Sementara diare, umumnya dipicu oleh konsumsi makanan yang kurang higienis, terlalu bersantan, pedas, atau manis, serta kebersihan tangan yang tidak terjaga.