Menteri Fadli Zon Instruksikan Pegawai Kementerian Kebudayaan WFH Mulai April 2026
Tim langit 7
Kamis, 26 Maret 2026 - 10:59 WIB
Menteri Fadli Zon Instruksikan Pegawai Kementerian Kebudayaan WFH Mulai April 2026
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, secara resmi menginstruksikan penerapan kebijakan efisiensi energi dan penyesuaian pola kerja di lingkungan Kementerian Kebudayaan. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat daring bersama jajaran pejabat Kementerian Kebudayaan (25/3). Langkah proaktif tersebut diambil sebagai respons terhadap dinamika global dan kelangkaan energi dunia yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk program pemerintah.
Dalam arahannya, Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa Presiden RI telah menginstruksikan kepada seluruh kementerian dan lembaga untuk melakukan penghematan konsumsi secara proaktif sebagai bentuk adaptasi terhadap situasi global saat Ini. Penghematan yang perlu dilakukan antara lain melalui kebijakan Work from Home (WFH), efisiensi anggaran, dan transformasi pembangkit tenaga surya.
Kementerian Kebudayaan akan mendorong efisiensi untuk melaksanakan WFH satu hari kerja dalam satu minggu. Menbud menekankan WFH tetap akan mempertimbangkan kualitas pelayanan publik. “Output pelayanan baik yang secara daring maupun secara luring sama standarnya, jadi tidak mengurangi pelayanan, dan mendorong penerapan SPBE, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik,” jelas Menbud kepada seluruh jajaran dalam keterangan resmi, Kamis (26/3/2026).
Menteri Kebudayaan juga menekankan kepada seluruh jajaran Kementerian Kebudayaan untuk memiliki sense of emergency dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Menbud menegaskan bahwa efisiensi bukan hanya soal pemangkasan anggaran, namun juga merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas kinerja kementerian di tengah situasi dunia saat ini.
“Kita tahu kebutuhan BBM ini adalah kebutuhan yang sangat vital, sangat esensial, dan juga bisa menimbulkan berbagai dampak lainnya. Kita harus bersiap bahwa ada efisiensi. Berharap yang terbaik, tapi juga harus menyiapkan skenario yang terburuk, atau hope for the best, but prepare for the worst,” ujar Menteri Kebudayaan.
Lebih jauh, Menteri Fadli turut menginstruksikan pembatasan operasional perangkat elektronik dan kendaraan dinas guna menekan konsumsi energi secara signifikan. Menbud menilai kebijakan tersebut merupakan bagian dari langkah taktis kementerian untuk melakukan realokasi anggaran dari biaya operasional rutin ke program-program yang memiliki dampak langsung pada pelestarian budaya di masyarakat.
“Tentu tujuannya jelas untuk efisiensi melalui pengurangan mobilitas, karena mobilitas akan menggunakan BBM dalam jumlah yang sangat besar. Kemudian di satu hari saja, paling tidak kita bisa mengefisienkan pertemuan melalui daring seperti ini, karena pertemuan daring juga menjadi metode yang sangat efisien,” papar Menbud.
Dalam arahannya, Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa Presiden RI telah menginstruksikan kepada seluruh kementerian dan lembaga untuk melakukan penghematan konsumsi secara proaktif sebagai bentuk adaptasi terhadap situasi global saat Ini. Penghematan yang perlu dilakukan antara lain melalui kebijakan Work from Home (WFH), efisiensi anggaran, dan transformasi pembangkit tenaga surya.
Kementerian Kebudayaan akan mendorong efisiensi untuk melaksanakan WFH satu hari kerja dalam satu minggu. Menbud menekankan WFH tetap akan mempertimbangkan kualitas pelayanan publik. “Output pelayanan baik yang secara daring maupun secara luring sama standarnya, jadi tidak mengurangi pelayanan, dan mendorong penerapan SPBE, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik,” jelas Menbud kepada seluruh jajaran dalam keterangan resmi, Kamis (26/3/2026).
Menteri Kebudayaan juga menekankan kepada seluruh jajaran Kementerian Kebudayaan untuk memiliki sense of emergency dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Menbud menegaskan bahwa efisiensi bukan hanya soal pemangkasan anggaran, namun juga merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas kinerja kementerian di tengah situasi dunia saat ini.
“Kita tahu kebutuhan BBM ini adalah kebutuhan yang sangat vital, sangat esensial, dan juga bisa menimbulkan berbagai dampak lainnya. Kita harus bersiap bahwa ada efisiensi. Berharap yang terbaik, tapi juga harus menyiapkan skenario yang terburuk, atau hope for the best, but prepare for the worst,” ujar Menteri Kebudayaan.
Lebih jauh, Menteri Fadli turut menginstruksikan pembatasan operasional perangkat elektronik dan kendaraan dinas guna menekan konsumsi energi secara signifikan. Menbud menilai kebijakan tersebut merupakan bagian dari langkah taktis kementerian untuk melakukan realokasi anggaran dari biaya operasional rutin ke program-program yang memiliki dampak langsung pada pelestarian budaya di masyarakat.
“Tentu tujuannya jelas untuk efisiensi melalui pengurangan mobilitas, karena mobilitas akan menggunakan BBM dalam jumlah yang sangat besar. Kemudian di satu hari saja, paling tidak kita bisa mengefisienkan pertemuan melalui daring seperti ini, karena pertemuan daring juga menjadi metode yang sangat efisien,” papar Menbud.