Menteri Agama Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Bangun SDM Indonesia Unggul
Tim langit 7
Senin, 30 Maret 2026 - 15:59 WIB
Menteri Agama Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Bangun SDM Indonesia Unggul
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul. Dalam sesi wawancara bersama peserta Lemhannas RI, Ade Ary Syam Indradi, Menag menggarisbawahi bahwa tantangan pembangunan nasional saat ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu instansi, melainkan membutuhkan pendekatan Collaborative Governance yang inklusif.
Menag menekankan bahwa stabilitas dan kemajuan nasional Indonesia di masa depan sangat bergantung pada sinergi tiga pilar strategis yang saling bertautan. Ia menegaskan bahwa fondasi utama dimulai dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
“Fondasi utamanya harus dimulai dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, karena manusia kita ini jumlahnya sangat banyak dan merupakan modalitas bangsa. Oleh karena itu, fokus kita tidak boleh hanya menyasar pada kapasitas intelektual semata, tetapi juga pada penguatan karakter sebagai akar utama dari kemajuan manusia itu sendiri," tegas Menag dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).
Menag mendorong pembentukan forum resmi yang melibatkan aktor negara (pemerintah, TNI/Polri) dan aktor non-negara, seperti pihak swasta, LSM, dan NGO. "Esensinya adalah membangun konsensus. Dengan melibatkan aktor non-negara dalam merumuskan kebijakan hingga tahap implementasi, kita memastikan bahwa aturan yang lahir jauh lebih akurat dan relevan dengan kebutuhan lapangan," ujarnya.
Lebih lanjut, Menag menggarisbawahi pentingnya pengaturan ruang digital yang terukur. Di tengah arus informasi yang kencang, ruang digital harus dikelola sedemikian rupa agar menjadi sarana edukasi yang mencerdaskan, bukan justru menjadi celah bagi pengaruh negatif yang dapat mendegradasi kualitas berpikir masyarakat.
“Ekosistem digital kita wajib dikelola agar berfungsi sebagai instrumen edukasi yang mencerdaskan bangsa. Jangan sampai ruang ini dibiarkan tanpa kendali sehingga menjadi celah bagi pengaruh negatif yang justru mendegradasi kualitas berpikir masyarakat kita," jelas Menag.
Pendidikan sebagai Mesin Penggerak SDM
Menag menekankan bahwa stabilitas dan kemajuan nasional Indonesia di masa depan sangat bergantung pada sinergi tiga pilar strategis yang saling bertautan. Ia menegaskan bahwa fondasi utama dimulai dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
“Fondasi utamanya harus dimulai dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, karena manusia kita ini jumlahnya sangat banyak dan merupakan modalitas bangsa. Oleh karena itu, fokus kita tidak boleh hanya menyasar pada kapasitas intelektual semata, tetapi juga pada penguatan karakter sebagai akar utama dari kemajuan manusia itu sendiri," tegas Menag dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).
Menag mendorong pembentukan forum resmi yang melibatkan aktor negara (pemerintah, TNI/Polri) dan aktor non-negara, seperti pihak swasta, LSM, dan NGO. "Esensinya adalah membangun konsensus. Dengan melibatkan aktor non-negara dalam merumuskan kebijakan hingga tahap implementasi, kita memastikan bahwa aturan yang lahir jauh lebih akurat dan relevan dengan kebutuhan lapangan," ujarnya.
Lebih lanjut, Menag menggarisbawahi pentingnya pengaturan ruang digital yang terukur. Di tengah arus informasi yang kencang, ruang digital harus dikelola sedemikian rupa agar menjadi sarana edukasi yang mencerdaskan, bukan justru menjadi celah bagi pengaruh negatif yang dapat mendegradasi kualitas berpikir masyarakat.
“Ekosistem digital kita wajib dikelola agar berfungsi sebagai instrumen edukasi yang mencerdaskan bangsa. Jangan sampai ruang ini dibiarkan tanpa kendali sehingga menjadi celah bagi pengaruh negatif yang justru mendegradasi kualitas berpikir masyarakat kita," jelas Menag.
Pendidikan sebagai Mesin Penggerak SDM